Breaking News:

Berita Temanggung

Tim Gabungan Temanggung Tutup Paksa Belasan Toko yang Nekat Buka Hari Pertama Jateng di Rumah Saja

Patroli di hari pertama, Sabtu (6/2/2021), petugas menemukan belasan tempat-tempat usaha tersebut nekat berjualan.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Petugas gabungan melakukan patroli terhadap minimarket dan toko di Temanggung saat gerakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Tim gabungan Kabupaten Temanggung yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri aktif melakukan patroli terhadap minimarket, swalayan, dan toko yang tak patuh pada surat edaran Bupati Temanggung dalam rangka mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja.

Patroli di hari pertama, Sabtu (6/2/2021), petugas menemukan belasan tempat-tempat usaha tersebut nekat berjualan.

Petugas pun langsung menegur dan meminta pemilik usaha menutup usahanya, sebagaimana surat edaran dari Bupati Temanggung.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Temanggung, Agus Munadi mengatakan, patroli dilakukan di berbagai wilayah, dari pusat kota hingga wilayah kecamatan.

4 Pintu Masuk Temanggung di Tutup saat Jateng di Rumah Saja, Hanya Kendaraan Ini yang Boleh Melintas

Jalan Provinsi Rusak Parah, Penghubung Temanggung dan Kendal di Ngadirejo, Tiap Hari Ada Korban

Ini 5 Kecamatan di Temanggung, Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak Pekan Pertama Februari

Vaksinasi Covid kepada 604 Nakes di Temanggung Dijadwalkan Ulang, Ini Penyebabnya

Agus mengatakan, selama Jateng di Rumah Saja, Bupati Temanggung M Al Khadziq mengimbau peilik usaha, tutup dua hari.

Sebagai ganti, pasar tradisional tetap buka, dengan pembatasan jam operasional maksimal pukul 12.00 WIB agar warga bisa membeli kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, tingkat kepatuhan masyarakat Temanggung cukup bagus. Kondisi jalan dan lalu lintas sepi, termasuk aktivitas masyarakat di luar rumah sepi. Meski masih ada toko yang kedapatan melayani pembeli, kami edukasi agar menutup usahanya sementara waktu, mereka mengerti," terangnya di Temanggung, Minggu (7/2/2021).

Katanya, terhadap pemilik usaha yang tidak patuh pada anjuran pemerintah, tidak diberikan sanksi baik administrasi maupun denda.

Akan tetapi, petugas secara tegas, meminta pengelola tempat usaha agar menutup usahanya sebagaimana pelaku usaha lainnya.

Terhadap toko yang kedapatan melayani pembeli, petugas tidak serta merta membubarkan.

Melainkan, memberikan kesempatan kepada pekerja dan pembeli untuk menyelesaikan transaksi jual beli. Setelah itu, diminta menutup toko.

"Seperti di Gemawang, kami temukan toko yang masih melayani pembeli. Kami persilakan untuk diselesaikan dulu baru kemudian diedukasi untuk tutup," tuturnya.

Liga Spanyol Hari Ini, Kick Off Pukul 22.15, Berikut Link Live Streaming Huesca Vs Real Madrid

Liga Italia Hari Ini, Kick Off Pukul 00.00, Berikut Link Live Streaming Juventus Vs AS Roma

Gading Marten Blak-blakan Hubungannya Bersama Gisel Saat Ini: Masih Ada Perasaan Enggak Enak

Resmi Menikah di Bandung, Ini Alasan yang Bikin Margin Wieheerm Takluk di Hati Ali Syakieb

Patroli gerakan Jateng di Rumah Saja dilanjutkan pada hari ini. Sasarannya, pasar tradisional, toko modern, hingga tempat-tempat yang biasa digunakan pedagang kaki lima berjualan.

Di sisi lain, petugas memberikan apresiasi berupa bingkisan sembako kepada warga Temanggung yang tertib melaksanakan gerakan bersama Jateng di Rumah Saja dengan baik. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved