Berita Pemalang
Eko Hanya Bisa Menangis Melihat Truk Pengangkut Pasirnya Terseret Arus Sungai Polaga Pemalang
Eko tersungkur ke tanah sembari memandangi truk yang rusak terbawa ganasnya aliran Sungai Polaga di Desa Gunungbatu, Kecamatan Bodeh Pemalang, Senin.
Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Eko tak kuasa menahan sedih dan tangis. Bahkan, dia sampai tersungkur ke tanah sembari memandangi truk yang rusak terbawa ganasnya aliran Sungai Polaga di Desa Gunungbatu, Kecamatan Bodeh Pemalang, Senin (1/2/2021) lalu.
"Ya Allah, bagaimana ini, truknya terbawa banjir," ucap Eko sembari menangis tak henti.
Truk tersebut merupakan alat transportasi yang digunakan Eko mengangkut pasir hasil penambangan di sungai tersebut.
Beberapa orang yang ada di tepian sungai juga nampak menyabarkan pria yang dipenuhi lumpur disekujur tubunya itu.
"Sabar, istighfar, sudah tidak apa-apa, istighfar," kata seorang ibu yang mendekati dan berusaha menenangkan Eko.
• Dua Pekan Tambah 108 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang
• Dandim 0711 Pemalang: Masih Banyak Warga Tidak Patuh Protokol Kesehatan
• Diterjang Angin Ribut, 15 Rumah di Mejagong Pemalang Rusak
• Akses Dua Desa di Kecamatan Watukumpul Pemalang Tertimbun Material Longsor
Insiden yang dialami Eko, menjadi satu di antara kejadian terseretnya truk yang tengah memuat material dari sungai di Pemalang.
Sebelum insiden di Sungai Polaga itu, derasnya arus Sungai Comal juga menyebabkan satu truk terseret arus, pada 17 Janurai lalu.
Kejadian itu juga didata Polres Pemalang. Bahkan, untuk memindahkan truk, tim gabungan menunggu surutnya debit air sungai.
Meski tak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut namun tak stabilnya arus sungai di Pemalang di tengah musim penghujan, patut diwaspadai.
Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, juga menyatakan hal serupa.
Ia mengatakan, hujan berintensitas tinggi berpotensi terjadi di Kabupaten Pemalang.
"Apalagi, memasuki puncak musim penghujan dan tak jarang hujan lebat membuat sejumlah sungai meluap," jelasnya, Rabu (3/2/2021).
• Wali Kota Solo Tak Akan Saklek Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Begini Alasannya
• Gerakan Jateng di Rumah Saja di Banyumas, Pasar Tradisional Tetap Buka dalam Penjagaan Petugas
• Supriadi Menyerahkan Diri ke Polisi setelah Membunuh Istri, Dipicu Cekcok Tak Boleh Beli Sepatu
• Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Tempat Wisata dan Mal di Banyumas Harus Tutup Sabtu Minggu
AKBP Ronny pun mengimbau warga menghentikan sementara aktivitas mencari pasir dan batu di sejumlah aliran sungai di Pemalang.
"Para pengemudi truk saya imbau berhenti beraktivitas, terutama yang mencari batu dan pasir di sekitar sungai saat hujan turun," tambahnya. (*)