Berita Jawa Tengah

Antisipasi Banjir di Kendal, Eceng Gondok Kali Buntu Dikeruk, Kerahkan Satu Ekskavator

Pengerukan eceng gondok dilakukan dari Jembatan Soekarno Hatta hingga Jembatan Perumahan RSS Langenharjo Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sebuah ekskavator sedang mengeruk tanaman eceng gondok yang memenuhi Kali Buntu Kabupaten Kendal, Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - DPUPR Kabupaten Kendal bersama TNI, BPBD, dan warga setempat mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi banjir susulan dengan mengeruk tanaman eceng gondok yang tumbuh subur di Kali Buntu sepanjang 1 kilometer.

Pengerukan menggunakan satu ekskavator untuk memperlancar aliran air sungai agar tidak tersendat saat debit air meninggi.

Baca juga: Banyak Jalan Berlubang di Pantura Kendal, Tiap Hari Ada Pengendara yang Terperosok

Baca juga: Petugas Gabungan Segel Karaoke Alaska Kendal, Langgar Aturan PPKM, Pengunjung Didenda Rp 100 Ribu

Baca juga: Sepekan PPKM di Jateng, Ganjar: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Kendal Belum Bikin Regulasi Resminya

Baca juga: Dua Lemari Khusus Penyimpan Vaksin Sudah Siap, Dinkes Kendal: Bakal Digunakan Mulai Februari 2021

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, pengerukan eceng gondok dilakukan dari Jembatan Soekarno Hatta hingga Jembatan Perumahan RSS Langenharjo Kendal.

"Ini adalah penanganan darurat sungai-sungai yang sering meluap karena hujan."

"Karena, banyak sungai meluap hingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah."

"Itu akibat dari sungai tak mampu menampung debit air," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (20/1/2021).

Kata Sugiono, lebatnya eceng gondok tidak hanya menyumbat aliran air.

Namun juga mempercepat pendangkalan sungai karena sedimentasi tidak terbawa arus hingga ke lautan.

"Tanaman eceng gondok juga menyebabkan pendangkalan sungai karena membawa tanaman lain tumbuh di bawah sungai seperti kangkung dan tanaman lainnya," ujar Sugiono.

Menurutnya, upaya itu hanya sebatas pencegahan darurat saja untuk mengantisipasi banjir sementara waktu.

Selebihnya, DPUPR akan melakukan normalisasi sungai agar aliran air lancar ketika debit air sungai meninggi. 

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, hujan mengguyur Kendal dan sekitarnya hingga mem banjiri beberapa wilayah.

Banjir yang terjadi bukan karena tanggul sungai yang jebol atau rusak, melainkan debit air sungai yang meluap akibat pendangkalan sungai dan aliran sungai tak lancar.

Setidaknya ada sepuluh desa dari lima kecamatan yang mengalami banjir dengan ketinggian air hingga 60 sentimeter.

Anggota Kodim 0715 Kendal, Riyanto menambahkan, untuk menanggulangi bencana banjir, jajaran TNI akan selalu bersiaga setiap saat secara bergantian.

Khususnya saat terjadi hujan deras dengan intensitas waktu cukup lama.

Pihaknya juga akan terus berupaya membantu warga yang terdampak banjir agar tidak terjadi korban.

"Selain membantu evakuasi saat terjadi banjir, kami juga siap membantu pencegahan."

"Namun sifatnya membantu BPBD dan DPUPR agar pekerjaan bisa maksimal dan cepat," terangnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Sidang Kasus Pasien Dicovidkan di Banyumas Digelar di PN Purwokerto, Keluarga Gugat 3 Pihak

Baca juga: Sengketa Lahan Kebondalem Purwokerto Belum Usai, Rencana Pembangunan Pusat Grosir Masih Terganjal

Baca juga: Bupati Purbalingga Minta Kemenperin Dukung Pengembangan 4 IKM, Termasuk Sentra Gula Kelapa dan Logam

Baca juga: Pekan Kedua PPKM Purbalingga: Petugas Perketat Daerah Perbatasan, Cek Prokes dan Bubarkan Kerumunan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved