Breaking News:

PSBB Jawa Bali

Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa di Grobogan, Nekat Digelar Meski Sebelumnya Sudah Diimbau

Pada hari pertama PPKM ini masih ada warga yang membandel dengan nekat menyelenggarakan pesta pernikahan di Kabupaten Grobogan.

DOKUMENTASI KECAMATAN KRADENAN
Petugas bubarkan hajatan pernikahan di Dusun Gluntungan, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Senin (11/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Grobogan resmi dimulai pada Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari 2021.

Meski demikian, pada hari pertama PPKM ini masih ada warga yang membandel dengan nekat menyelenggarakan pesta pernikahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun melalui Kompas.com, Senin (11/1/2021), pesta pernikahan itu digelar oleh warga Dusun Gluntungan, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.

Baca juga: Hari Pertama PPKM di Karanganyar, Masih Dijumpai Warung dan Toko Buka Melebihi Ketentuan

Baca juga: Cerita Nekat Wanita Ini Tulis dan Kirim Surat Buat Wakil Wali Kota Tegal, Begini Respon Jumadi

Baca juga: Vaksinasi Warga Blora Mulai Awal Februari 2021, Bupati: Silakan Gunakan Pendopo Kecamatan

Baca juga: Kisah Remaja Asal Temanggung Berjuang Lawan Kanker, Terpaksa Mengubur Impian Jadi Kiper Profesional

Meski tidak diwarnai pentas hiburan, namun kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak orang itu akhirnya dibubarkan oleh Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Camat Kradenan Sri Suhartini saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembubaran hajatan pernikahan yang memicu kerumunan massa di awal masa PPKM ini di Dusun Gluntungan.

"Padahal sudah disosialisasikan, namun tak dihiraukan."

"Memang tuan rumah tidak mendatangkan hiburan, tapi dalam kegiatan hajatan pernikahan tadi ada pemasangan tratak dan penggunaan sound system."

"Demi kebaikan bersama kegiatan ini tetap kami hentikan," jelas Suhartini seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (11/1/2021).

Menurut Suhartini, pembubaran hajatan pernikahan tersebut tidak sampai berujung menimbulkan keributan.

Itu lantaran Sutikno, selaku tuan rumah penyelenggara hajatan bisa memahami langkah tegas pemerintah.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved