Rabu, 6 Mei 2026

Berita Internasional

Akun Twitter Donald Trump Akhirnya Ditutup Permanen

Penghentian permanen Twitter tersebut termasuk larangan bahwa Trump tidak dapat lagi mengakses akunnya serta twit dan gambar profilnya telah dihapus.

Tayang:
Editor: deni setiawan
SCREENSHOOT
Akun Twitter Donald Trump. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, AMERIKA SERIKAT - Twitter menghentikan secara permanen akun Presiden Donald Trump, @realDonaldTrump pada Jumat (7/1/2021).

Pihak perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah twit bahwa mereka membuat keputusan karena risiko hasutan lebih lanjut untuk kekerasan.

Penghentian tersebut termasuk larangan bahwa Trump tidak dapat lagi mengakses akunnya serta twit dan gambar profilnya telah dihapus.

Baca juga: Penambangan Galian C Kembali Muncul di Kledung Temanggung, Seratusan Pemuda Bentangkan Spanduk

Baca juga: Temanggung Berzona Oranye Covid-19, Dinkes Sebut Angka Risiko Masih Tinggi Jelang Vaksinasi

Baca juga: Warga Minta Pantai Kampung Tirang Tegalsari Jadi Wisata Baru di Kota Tegal

Baca juga: Persiapan Vaksinasi di Kota Tegal, Dinkes: Faskes Sudah Siap, Tinggal Menunggu Kedatangan Vaksin

Trump sebelumnya memiliki 88,7 juta pengikut di Twitter sebelum penghentian akunnya.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/1/2021), Trump disebut-sebut menggunakan akun Twitter pribadinya untuk menyulut pendukung dan bahkan membuat pergantian personel.

Bahkan sebelum mereka dapat membuat siaran pers.

“Tanpa twit, saya tidak akan berada di sini,” kata Trump.

Trump pertama kali mengalami larangan sementara dari Facebook dan Twitter pada 6 Januari 2021 saat terjadi kerusuhan di Capitol Hill.

Itu ketika anggota parlemen melanjutkan formalitas penghitungan suara Electoral College.

Banyak anggota parlemen dan bahkan mantan anggota pemerintahan mengkritik Trump.

Itu karena mendorong para pendukungnya untuk menolak hasil pemilu dan melakukan protes di Capitol.

Kongres kemudian menegaskan kembali kemenangan Joe Biden.

Saat kerusuhan terjadi, Trump mengetwit pesan yang mendorong non-kekerasan, meskipun ia kemudian merilis pesan video.

Dimana isinya juga menegaskan kembali klaimnya yang tidak berdasar bahwa pemilu itu dicuri darinya dan mengatakan kepada perusuh,

“Kami mencintaimu.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved