Berita Kriminal
Video Viral Media Sosial, Karena Alasan Cemburu, Remaja Putri Ini Dianiaya Tujuh Rekannya di Gresik
Dalam video berdurasi 24 detik itu, korban yang terlihat mengenakan jilbab ditampar hingga ditendang sekelompok remaja putri tersebut.
TRIBUNBANYUMAS.COM, GRESIK - Rekaman video yang memperlihatkan penganiayaan terhadap seorang remaja putri di Alun-alun Gresik, Jawa Timur, viral di media sosial.
Adapun korbannya diketahui berinisial ZR (11).
Sedangkan terduga pelakunya berjumlah tujuh orang yang diketahui berinisial HT, DN, AP, NY, AM, IS dan CD.
Baca juga: Aksi Pencurian Terungkap di Purbalingga, Pelaku Hendak Jual Perhiasan Emas, Ternyata Tetangganya
Baca juga: Penambangan Galian C Kembali Muncul di Kledung Temanggung, Seratusan Pemuda Bentangkan Spanduk
Baca juga: Muhlisin Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup, Ditangkap Hendak Edarkan Sabu di Weleri Kendal
Baca juga: Sudah Terlanjur Sebar Undangan Hajatan? Bupati Karanganyar Minta Diubah Konsep Banyu Mili
Dalam video berdurasi 24 detik itu, korban yang terlihat mengenakan jilbab ditampar hingga ditendang sekelompok remaja putri tersebut.
Korban ketika itu hanya terlihat menangis dan menutupi wajahnya ketika dianiaya secara bergantian oleh para pelaku.
Ironisnya, saat kejadian itu tidak ada yang coba melerai.
Bahkan, beberapa pelaku justru asik merekamnya dengan kamera ponsel.
Motifnya Karena Cemburu
Setelah video yang memperlihatkan aksi perundungan itu viral di media sosial, polisi langsung melakukan penyelidikan.
Baik korban maupun para terduga pelaku saat ini sudah dilakukan pemeriksaan untuk mengusut kasus tersebut.
Wakapolres Gresik, Kompol Eko Iskandar mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan itu motif perundungan tersebut karena ada salah satu pelaku (AP) cemburu dengan korban.
Sebab, pelaku mengetahui korban sempat jalan bersama dengan kekasihnya.
Karena curiga korban memiliki hubungan asmara dengan kekasihnya itu, terduga pelaku AP lalu mengajak sejumlah rekannya untuk menjebak korban.
"Keesokan harinya (Rabu, 6/1/2021) terduga pelaku ini janjian mengajak korban jalan-jalan, bersama dua orang rekannya (terduga pelaku yang lain)," ucap dia.
Korban saat diajak ke TKP itu merasa tidak menaruh curiga dengan pelaku.