Penanganan Corona
Ditemukan Beberapa Wisatawan Reaktif Hasil Rapid Test di Purbalingga, Bupati: Kami Pulangkan
Sejumlah objek wisata juga telah bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Purbalingga untuk menggelar rapid test kepada para wisatawan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi bersama jajaran Forkopimda memonitor sejumlah objek wisata, pada Kamis (31/12/2020).
Hal itu dimaksudkan guna memastikan pelaksanaan intensifikasi penerapan protokol kesehatan di objek wisata di masa libur akhir tahun ini.
Sejumlah objek wisata juga telah bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Purbalingga untuk menggelar rapid test kepada para wisatawan.
Baca juga: Prestasi Kabupaten Purbalingga Jelang Tutup Tahun, Berpredikan Sebagai Kabupaten Peduli HAM
Baca juga: Catatan Akhir Tahun Polres Purbalingga: Paling Menonjol Peningkatan Kasus Narkoba
Baca juga: Jembatan Darurat Mulai Dikerjakan, Pasca Putus Diterjang Derasnya Air Sungai di Sirandu Purbalingga
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik Jelang Akhir Tahun di Purbalingga, Dinperindag: Masih Wajar
Ini menindaklanjuti SE Bupati Purbalingga Nomor 300/ 23852 per 23 Desember 2020 perihal Intensifikasi Penerapan Prokes Covid-19 dan Larangan Perayaan Tahun Baru 2021.
Hasilnya, sejumlah wisatawan di Kabupaten Purbalingga terpaksa dipulangkan lantaran diketahui reaktif dari hasil rapid test.
“Kami melakukan pengecekan seluruh tempat wisata guna memastikan penerapan protokol kesehatan."
"Masing-masing tempat wisata dilakukan rapid test secara massal ataupun acak,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (31/12/2020).
Didapati beberapa pengunjung atau wisatawan yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.
Karenannya, atas kesepakatan bersama, mereka harus dipulangkan.
“Jadi untuk pengunjung yang reaktif ini kami kordinasikan kepada pengelola wisata untuk bisa dipulangkan."
"Ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan Covid-19,” ungkapnya.
Adapun objek yang dimonitor Bupati seperti Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas, Owabong Water Park, dan Goa Lawa Purbalingga (Golaga).
Selain memantau objek wisata, pihaknya juga memonitor beberapa posko perbatasan terkait dengan antisipasi pemudik.
“Untuk posko-posko wisata kami mendapatkan laporan, jumlah pemudik yang masuk ke Kabupaten Purbalingga masih relatif landai."
"Artinya tidak ada peningkatan yang signifikan,” katanya.