Berita Jateng

Keuskupan Agung Semarang Terapkan Prokes Misa Natal, Jemaat Wajib Bawa Hasil Negatif Tes Rapid

Jelang Natal, Keuskupan Agung Semarang mengeluarkan aturan khusus protokol kesehatan terkait pelaksanaan ibadah malam Natal.

Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Saiful Masum
Ilustrasi. Susana Misa Malam Natal I di Ruang Utama Gereja Katedral Semarang, Senin (24/12/2018) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jelang Natal, Keuskupan Agung Semarang mengeluarkan aturan khusus protokol kesehatan terkait pelaksanaan ibadah malam Natal.

Peraturan khusus yang ditetapkan bagi jemaat atau umat tamu yang datang dari luar daerah mengacu pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Keuskupan Agung Semarang Nomor 1301/A/X/2020-51 tentang panduan persiapan dan pelaksanaan perayaan Natal 2020 dan tahun baru 2021 di wilayah Keuskupan Agung Semarang.

Dalam aturan tersebut, jemaat atau umat tamu yang mengikuti pelaksanaan ibadah di gereja diwajibkan memperlihatkan hasil test swab atau tes rapid yang masih berlaku dengan hasil negatif.

Peraturan tersebut diterapkan guna mencegah kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 sehingga ibadah Ekakristi dapat berjalan baik dan aman.

"Maka, perlu dijalin kerjasama dengan keluarga-keluarga umat yang akan menerima tamu untuk dapat dikontrol dan dipastikan bahwa kehadirannya dalam keadaan sehat," kata Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, dalam surat edaran yang diterima Kompas.com pada Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Tiga Pastor Keuskupan Purwokerto Masih Harus Menjalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Pemkab Magelang Izinkan Ibadah Natal di Gereja Tapi Hanya Berkapasitas 25 Persen

Baca juga: 13 Gereja di Solo Gelar Ibadah Natal Tatap Muka, Hanya Boleh Diikuti Jemaat Berumur 10-60 Tahun

Baca juga: Perayaan Natal Dibatasi Paling Banyak 50 Orang, Berlaku di Seluruh Gereja Kabupaten Blora

Selain itu, lanjut dia, perlu juga kerjasama dengan para ketua RT yang menjadi tempat pelaporan para tamu yang datang dan tinggal selama 1x24 jam atau lebih.

Dia menjelaskan, Keuskupan Agung Semarang membuka kemungkinan bagi umat dari luar daerah untuk mengikuti perayaan Ekaristi bersama di gereja.

Namun, dengan tetap memperhatikan syarat-syarat penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan sesuai peraturan pemerintah maupun peraturan paroki setempat.

"Tetapi, apabila paroki setempat tidak membuka kesempatan bagi umat dari luar daerah untuk hadir dalam perayaan Ekaristi bersama, maka ketetapan paroki setempat itu harus dihormati dan ditaati demi kebaikan, kesehatan, dan keselamatan bersama," katanya.

Sementara itu, ketentuan khusus lain yakni, terkait jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjamaah tidak melebihi 50 persen dari kapasitas rumah ibadah dan tetap menerapkan jarak tempat duduk antar umat minimal satu meter.

Karena itu, paroki-paroki diimbau tidak memasang tenda tambahan untuk umat di seputar gedung gereja.

"Apabila ada kebutuhan tempat tambahan, mengingat banyaknya umat yang mau mengikuti misa bersama di gereja atau kapel, hendaknya memaksimalkan kapasitas daya tampung gereja dan kapel," jelasnya.

Bahkan, kata dia, kalau perlu, dapat memanfaatkan aula gedung pastoral paroki dengan tetap mengindahkan ketentuan protokol kesehatan masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Pulang Bermain Bola, 2 Anak Kanitreskrim Polsek Miri Sragen Tewas Kesetrum Tiang Listrik

Baca juga: 22 Tokoh Indonesia Masuk 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh, Ada Nama Jokowi dan Habib Luthfi

Baca juga: Mulai 20 Desember, Rest Area KM 50 Tol Japek Arah Cikampek Dipindah ke KM 71 Arah Jakarta

Baca juga: Tak Pedulikan Suara Suling Lokomotif, Pemotor di Semarang Tertabrak Kereta Api Barang

"Untuk itu, panitia Natal hendaknya memastikan jumlah umat yang benar-benar mau mengikuti misa bersama di gereja atau kapel, bukan sekadar mengandalkan data umat yang memenuhi syarat untuk mengikuti misa tatap muka," katanya.

Demi ketenangan dan kenyamanan umat dalam merayakan Natal, diharapkan paroki-paroki meningkatkan pola pengamanan gereja dan kapel tempat diselenggarakannya perayaan Ekaristi Natal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berikut Aturan Khusus dari Keusukupan Agung Semarang Saat Ibadah Natal di Gereja".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved