Breaking News:

Penanganan Corona

Perayaan Natal Dibatasi Paling Banyak 50 Orang, Berlaku di Seluruh Gereja Kabupaten Blora

Beberapa minggu terakhir, kasus Covid-19 di Blora mengalami lonjakan yang sangat drastis sehingga harus ada aturan selama libur Natal dan Tahun Baru.

POLRES BLORA
Rapat koordinasi bidang ekonomi, keuangan, dan industri daerah di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Bupati Blora, Djoko Nugroho menegaskan beberapa ketentuan dalam perayaan Natal tahun ini.

Di antara ketentuannya adalah perayaan Natal di setiap gereja dibatasi maksimal 50 orang.

Pembatasan tersebut, kata Kokok sapaan akrab Djoko Nugroho, adalah demi menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Siapkan Rp 5 Miliar untuk Perbaiki dan Bangun Venue Baru, Blora Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

Baca juga: Blora Kini Sudah Miliki Alat Tes Usap PCR, Sehari Bisa Layani 60 Sampel

Baca juga: Masih Banyak Warga Tidak Pakai Masker di Blora, Buktinya Tiap Hari Ada yang Terjaring Razia

Baca juga: 52 Pegawai Bank Jateng di Blora Positif Covid-19, Layanan Dialihkan ke Kantor Cabang Pembantu

Sebab, beberapa minggu terakhir, kasus Covid-19 di Blora mengalami lonjakan yang sangat drastis.

Selain itu, lanjut Kokok, tidak ada perayaan tahun baru.

Kemudian dia mengingatkan pentingnya pengetatan protokol kesehatan.

Sejurus dengan hal tersebut, pihaknya juga memberlakukan jam malam.

“Hal ini penting untuk dipatuhi agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 yang semakin luas,” ujar Kokok kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/12/2020).

Selaras dengan hal tersebut, Polres Blora akan mendirikan lima pos jelang Natal sampai Tahun Baru.

Lima pos tersebut terdiri atas dua pos pelayanan dan tiga pos pengamanan.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved