Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Masa Tenang Kampanye Pilkada, 8.534 APK Ditertibkan di Kabupaten Semarang

Memasuki masa tenang setidaknya ada 8.534 alat peraga kampanye (APK) yang ditertibkan di Kabupaten Semarang.

BAWASLU KABUPATEN SEMARANG
Petugas Satpol PP dan Bawaslu Kabupaten Semarang menurunkan APK yang terpasang di wilayah Kabupaten Semarang, Minggu (6/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Masa kampanye terbuka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2020 secara resmi berakhir Sabtu (5/12/2020).

Sesuai ketentuan perundang-undangan, pada masa tenang seluruh peserta pemilu, tim Paslon maupun simpatisan dilarang melakukan kampanye.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Semarang, Andi Gatot Anjar Budiman mengatakan, memasuki masa tenang setidaknya ada 8.534 alat peraga kampanye (APK) yang ditertibkan.

Baca juga: Kirim Logistik Pilkada Via Demak, KPU Kabupaten Semarang: Bahaya Bila Melintasi Sungai Jragung

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19 saat Pilwakot, BPBD Kota Semarang Semprotkan Disinfektan ke Sejumlah TPS

Baca juga: CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Pasrah Jika Klubnya Ditinggalkan Pemain Asing Akibat Kompetisi Mandeg

Baca juga: 25 Ibu Muda di Kota Semarang Jadi Korban Penipuan Berkedok Arisan Online, Rugi Hingga Ratusan Juta

"Adapun masa tenang berlangsung mulai 6-8 Desember 2020."

"Aktivitas kampanye dalam bentuk apapun sesuai PKPU Nomor 4 Tahun 2017 juga harus diberhentikan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/12/2020).

Menurut Andi, Bawaslu Kabupaten Semarang beserta jajaran secara serempak memastikan seluruh APK telah dibersihkan mulai dari baliho, banner, dan spanduk.

Dia menambahkan, selain menertibkan dan membersihkan APK di Kabupaten Semarang, pada masa tenang ini Bawaslu juga memastikan seluruh akun media sosial paslon telah dinonaktifkan.

"Media massa cetak, elektronik, dan lembaga penyiaran juga dilarang menyiarkan iklan, rekam jejak atau bentuk lainnya," katanya. 

Andi menyatakan, pada masa tenang Bawaslu juga turut mengawasi praktik politik uang dan materi lainnya pada pemilih yang berpotensi mempengaruhi pilihan pemilih. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Karena Kondisi Ini, Mayoritas SMP Tunda Simulasi KBM Tatap Muka Lanjutan di Temanggung

Baca juga: Pemprov Jateng Tak Cepat Merespon, Bupati Banjarnegara Tambal Jalan Gunakan Uang Pribadi

Baca juga: Perbaiki Jalan Rusak di Dieng, Bupati Banjarnegara Gunakan Uang Pribadi, Begini Tanggapan Ganjar

Baca juga: Ada Ombak Besar Justru Jadi Rezeki Warga Kota Tegal, Beramai-ramai Berburu Kerang Bangkang

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved