Berita Banyumas

Picu Terjadinya Kerumunan, Pemkab Banyumas Larang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Pemkab Banyumas melarang perayaan Natal dan Tahun Baru lantaran kasus Covid-19 di wilayah tersebut terus meningkat.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat ditemui di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Rabu (2/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melarang perayaan Natal dan Tahun Baru lantaran kasus Covid-19 di wilayah tersebut terus meningkat.

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengimbau masyarakat tidak menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru yang memicu kerumunan.

"Natal dan Tahun Baru, imbauannya tidak ada kerumunan. Tapi, saya tidak tahu, nanti setelah tanggal 10 Desember, (kalau kasus Covid-19) sudah aman lagi, mungkin diizinkan," ujar Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Bupati Banyumas Temui Aliv Hermawan, Warga Menyoal Covid-19 dan Istri Achmad Husein di Facebook

Baca juga: Banyumas Kembali Berzona Merah, Pemkab Fokus Lindungi Warga Berstatus Komorbid

Baca juga: Data Awal, Warga Banyumas Bakal Penerima Vaksin Covid-19 Mencapai 1,08 Juta Orang

Baca juga: Misterius, Buih Busa Muncul dan Cemari Sungai di Sokaraja Kulo Banyumas. Pemdes Bergerak Menyelidiki

Seperti diketahui, saat ini, Banyumas berstatus zona merah Covid-19.

Pemkab, pun memperketat dan melarang kegiatan yang menimbulkan kerumunan, semisal hajatan. Mereka juga menutup sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut setidaknya diberlakukan sejak akhir November hingga 10 Desember 2020 mendatang.

"Sampai hari ini, tidak boleh ada kerumunan. Bupati menginstruksikan, tidak boleh ada pesta kembang api," katanya.

Sadewo mengatakan, kasus Covid-19 di Banyumas meningkat signifikan sejak akhir November.

Wakil bupati melihat, kondisi sekarang lebih parah jika dibanding saat awal-awal pandemi masuk ke Banyumas.

Prediksi para ahli, puncak kasus Covid-19 terjadi pada September dan mereka mulai Oktober.

Namun, pada kenyataannya, saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Banyumas masih terus bertambah.

"Yang bulan November saja, kalau tidak salah, ada 54 orang yang meninggal karena Covid-19. Yang meninggal, total lebih dari 70 orang," ujarnya.

Oleh karena itu, Sadewo mengingatkan masyarakat agar tidak membuat kerumunan dan taat menjalankan protokol kesehatan. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Banjir 20 Tahun Lalu Terulang, Luapan Sungai Serayu Merendam Ribuan Rumah di 5 Kecamatan di Banyumas

Baca juga: Sungai Serayu Meluap, Jalan Raya Patikraja-Banyumas di Pegalongan Hanya Bisa Dilintasi Truk dan Bus

Baca juga: Arus Sungai Pelus Terjang Rumah di Desa Ledug Banyumas, Suami Istri Penghuni Rumah Sempat Hanyut

Baca juga: 6 Bakal Lokasi TPS Pilwakot Semarang di Kecamatan Tugu Kebanjiran, Dikaji untuk Dipindah

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved