Berita Bisnis

Dikabarkan Bakal Merger, Ini Kata Gojek dan Grab

Rumor terkait penggabungan usaha, alias merger dua startup ride hailing raksasa di Asia tenggara, Gojek dan Grab kembali menyeruak.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Grab dan Gojek bakal merger. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Rumor terkait penggabungan usaha, alias merger dua startup ride hailing raksasa di Asia tenggara, Gojek dan Grab kembali menyeruak.

Kabar terbaru bahkan menyebutkan bahwa kedua pihak hampir mencapai kata sepakat.

CEO Softbank Group, salah satu investor besar Grab, konon ikut bergabung dalam pembicaraan merger antara dua decacorn ini.

Saat dimintai tanggapan, Gojek menolak berkomentar soal isu merger tersebut.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, pihaknya tidak dapat menanggapi rumor.

"Yang dapat kami sampaikan adalah fundamental bisnis Gojek semakin kuat, termasuk di masa pandemi. Beberapa layanan kami bahkan telah mencatatkan kontribusi margin positif," sebut Nila dalam pernyataannya kepada KompasTekno, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Dampak Pandemi, Gojek PHK 430 Karyawan, Lalu Bagaimana Nasib Ojol dan Mitra Lainnya?

Baca juga: Pasar Projo Ambarawa Terapkan Belanja Daring, Pemkab Semarang Gandeng Gojek

Baca juga: Begini Cara Driver Grab Lindungi Penumpangnya di Purwokerto

Baca juga: Dukung Gerakan PSBB Taksi Online Grab Car di Kota Tegal Pasangi Plastik Pembatas di Kursi Belakang

Setali tiga uang dengan Gojek, Grab juga memilih bungkam. Seorang juru bicara Grab yang dihubungi KompasTekno hanya memberikan jawaban singkat.

"Kami tidak berkomentar mengenai spekulasi yang beredar di pasar," katanya.

Isu merger antara Grab dan Gojek sendiri mulai mencuat sejak awal tahun.

Keduanya adalah dua perusahaan decacorn di Asia Tenggara yang memiliki nilai valuasi masing-masing lebih dari 10 miliar dollar AS.

Kabarnya, manajemen kedua perusahaan telah bertemu sesekali dalam dua tahun terakhir.

Kemudian, menurut rumor yang beredar, diskusi berubah menjadi serius memasuki tahun 2020.

Menurut rumor, salah satu poin kesepakatan menyebutkan bahwa pendiri dan CEO Grab, Anthony Tan, akan menjadi CEO entitas gabungan tersebut di wilayah Asia Tenggara.

Sementara itu, petinggi Gojek akan menjalankan gabungan entitas bisnis di wilayah Indonesia dan tetap di bawah nama Gojek.

Kedua perusahaan disebut akan berjalan secara terpisah untuk beberapa waktu ke depan.

Tujuan akhirnya, entitas hasil penggabungan Gojek dan Grab bakal menjadi perusahaan publik.

Konon, pembicaraan merger antara kedua pihak berjalan dengan lancar. Kendati demikian, kesepakatan ini tetap akan membutuhkan persetujuan dari regulator dan pemerintah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disebut Hampir Sepakat Bergabung, Ini Kata Gojek dan Grab".

Baca juga: Komisi Narkotika PBB Hapus Ganja dari Kategori Obat Paling Berbahaya di Dunia, Begini Alasannya

Baca juga: 3 Penumpang Tewas dalam Kecelakaan Elf di Tol Madiun-Nganjuk, Mobil Tabrak Truk sebelum Terbakar

Baca juga: Picu Terjadinya Kerumunan, Pemkab Banyumas Larang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Banjir 20 Tahun Lalu Terulang, Luapan Sungai Serayu Merendam Ribuan Rumah di 5 Kecamatan di Banyumas

Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Bisnis
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved