Berita Pendidikan
50 Persen Sekolah di Blora Siap KBM Tatap Muka
Sekretaris Disdik Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, sudah ada 36 sekolah jenjang SD dan SMP yang melakukan pembelajaran tatap muka.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Sedikitnya ada 50 persen sekolah di bawah naungan Disdik Kabupaten Blora yang menerapkan pembelajaran tatap muka pada awal 2021.
Target sebanyak itu dibarengi dengan persiapan infrastruktur protokol kesehatan hingga jam pembelajaran.
Sekretaris Disdik Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, sudah ada 36 sekolah jenjang SD dan SMP yang melakukan pembelajaran tatap muka.
Baca juga: Sedang Ditalud, Jalan Penghubung Antarkecamatan di Blora Ini Malah Ambrol
Baca juga: Tarik Wisatawan di Libur Akhir Tahun, Tempat Wisata di Blora Bakal Tampilkan Kesenian Barongan
Baca juga: Bupati Blora Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Kirim Surat ke Kemendagri
Baca juga: Blora Mulai Siapkan Petugas Penyuntik Vaksin Covid-19, Tiap Puskesmas Ada Dua Orang
Sementara, untuk jumlah keseluruhan sekolah di bawah tanggung jawab Disdik ada 674 SD dan 152 SMP.
"Rencana kami lakukan secara bertahap."
"Belum bisa buka serentak."
"Kami masih mendata kondisi wilayah masing-masing," ujar Endang kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (28/11/2020).
Endang mengatakan, satu di antara syarat sekolah yang akan membuka pembelajaran tatap muka yakni setiap guru harus menjalani rapid test.
Kalau hasilnya reaktif, maka harus menjalani tes usap sampai hasilnya dinyatakan negatif.
Menurutnya, Kemendikbud tidak mewajibkan sekolah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh.
Hanya saja sekolah yang telah siap yang dibolehkan.
Kata Endang, sejauh ini sudah ada sejumlah sekolah di bawah naungannya yang telah menggelar tatap muka.
Maka, pihaknya berani menarget awal tahun akan ada 50 persen dari jumlah sekolah di bawah naungannya yang menggelar tatap muka.
"Target kami 50 persen," kata dia.
Di antara sekolah yang sudah menggelar tatap muka yakni SMP Negeri 2 Blora.
Kepala SMP Negeri 2 Blora, Suyitno mengatakan, dalam pembelajaran tatap muka setiap siswa dilengkapi dengan sekat pelindung wajah di setiap meja.
Memang, katanya, anggaran cukup besar.
Tapi perlindungan terhadap siswa baginya adalah yang utama.
"Pakai dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) kan boleh untuk itu, yang penting siswa terlindungi," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (28/11/2020).
Bagi sekolah yang telah menggelar tatap muka, siswa diatur ketat.
Misalnya dari siswa tidak boleh naik kendaraan umum, pemberian jeda masuk tiap tingkatan kelas, hingga tiadanya jam istirahat. (Rifqi Gozali)
Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sosok Pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga Ternyata Penjaganya Sendiri
Baca juga: Kisah Guru Honorer Nyambi Ojol Hingga Jual Telur Asin di Purbalingga: Pandemi Juga Memukul Saya
Baca juga: Cuci Darah Tak Perlu Lagi Antre Lama, RSUD Banjarnegara Tambah Mesin dan Kamar Khusus Hemodialisa
Baca juga: Jogo Plesiran di Kawasan Wisata Dieng Banjarnegara, Begini Gerakan Nyata Disporapar Jateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rapid-test-guru-di-blora.jpg)