Berita Banyumas

Detik-detik Longsor Banyumas, Adik Basuki: Gelap, yang Terdengar Hanya Petir dan Derasnya Sungai

Sesampai di rumah, Sri tidak dapat memejamkan mata karena khawatir aliran sungai yang berada tepat di belakang rumahnya meluap.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Basarnas dan Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban tanah longsor di Grumbul Kali Cawang Desa Banjarpanepen, RT 2 RW 1, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hujan deras yang mengguyur wilayah Grumbul Kali Cawang, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020) malam membuat Sri Kuntari (43) tak tenang.

Sri beserta kedua anaknya, Jati Pamungkas (13) dan Junika (3), baru pulang dari rumah mertuanya yang berjarak sekitar 1 kilometer ketika hujan mulai mengguyur wilayah tempat dia tinggal.

Sesampai di rumah, Sri tidak dapat memejamkan mata karena khawatir aliran sungai yang berada tepat di belakang rumahnya meluap.

Namun, bukan banjir yang datang, justru peristiwa longsor mengerikan yang Sri saksikan.

Sri dalam kondisi terjaga saat longsor meluluhlantakkan rumah kakanya, Basuki (55), Selasa (17/11/2020) dini hari.

Baca juga: Longsor Banjarpenepen Banyumas: Tim SAR Cari Basuki di Lokasi Dekat Kedua Anaknya Ditemukan

Baca juga: Longsor Banjarpanepen Banyumas: Warga Siapkan Liang Lahat bagi Basuki di Samping Istri dan Anaknya

Baca juga: Sempat Tunggu Ayah Ditemukan, 2 Korban Longsor Kakak Beradik di Banyumas Dimakamkan dalam Satu Liang

Baca juga: Polresta Banyumas Terjunkan Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban Longsor di Banjarpanepen Banyumas

Bagian depan rumah Sri yang berdekatan dengan rumah keluarga Basuki pun tak luput dari longsor.

Beruntung, Sri berserta kedua anaknya berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan Basuki, hingga sore ini belum ditemukan. Sementara istri Basuki, Sugiarti (45), dan kedua mereka, Lucas (13) dan Yudas (8), ditemukan tewas tertimbun longsor.

"Hujan mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.30 WIB, tidak henti-henti. Sekitar pukul 02.00 WIB, saya membuka gorden, sudah ada apa itu, tinggi, ternyata itu tanah sama kayu," tutur Sri yang sedang mengungsi di rumah mertuanya, Rabu (18/11/2020).

Tanpa pikir panjang, Sri langsung menggendong Junika dan membangunkan Jati. Ia lantas berlari menyelamatkan diri ke rumah keluarganya yang tidak jauh dari lokasi di bawah guyuran hujan deras.

"Aku mau buka pintu tapi tidak bisa karena tertutup tanah. Harus gimana ini, aku punya pikiran keluar dari jendela, aku yakin pasti bisa. Terus aku lari ke tempat bude. Enggak bawa apa-apa, payung juga enggak kepikiran," kata Sri.

Malam itu, Sri sendiri belum mengetahui secara pasti peristiwa longsor yang dialami. Pasalnya, di sekitar rumah gelap gulita.

Baca juga: Penumpang Lion Air Melahirkan dalam Perjalanan ke Makassar, Persalinan Dibantu Dokter Penumpang Lain

Baca juga: Bupati dan 953 Warga Gunungkidul Jadi Korban DBD Sepanjang Januari-November 2020

Baca juga: Pedagang Pasar Suradadi di Swab setelah Temuan 2 Pedagang Lain Positif Covid-19

Baca juga: Bermula dari Sinyal Ponsel Hilang, Nasabah Maybank Solo Ini Kaget Uang Tabungannya Rp 72 Juta Raib

Sri juga tidak mendengar adanya material tanah yang longsor dari atas tebing. Sri hanya mendengar suara derasnya aliran sungai dan petir yang bersahutan.

"Pagi, sekitar pukul 04.30 WIB, saat hujan sudah reda, baru lihat ada longsor. Malam enggak kelihatan, tahu pagi harinya kalau rumah (Basuki) itu sudah tidak ada, malam aku senterin enggak kelihatan apa-apa," ujar Sri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Banyumas
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved