Breaking News:

Berita Banyumas

Koloni Semut Serbu Pemukiman di Pageraji Banyumas, BPBD dan Polisi Turun Tangan

Sejumlah warga di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, resah akan kemunculan koloni semut di pemukiman mereka.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/DOK WARGA
Semut dalam jumlah banyak muncul di permukiman warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sejumlah warga di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, resah akan kemunculan koloni semut di pemukiman mereka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Titik Puji Astuti menjelaskan, keluhan kemunculan semut berjumlah banyak itu telah terjadi sejak tahun 2017 lalu.

"Ada semut yang masuk ke rumah warga, ada 42 KK, tapi belum mengganggu sekali. Tapi, saat sekarang, jumlahnya lebih banyak," kata Titik kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Resmikan Jalur Sepeda, Bupati Banyumas: Tidak Boleh Untuk Parkir Mobil

Baca juga: Tertib Berlalu Lintas Pengendara Masih Kurang, Angka Kecelakaan di Banyumas Tembus 1.339 Kejadian

Baca juga: November Belum Ada Penambahan Kasus DBD, Kadinkes Banyumas: Covid-19 Membuat Warga Jaga Kebersihan

Baca juga: Diajari Bertani, Mantan Napi Binaan Bapas Purwokerto Kelola Rumah Penyulingan Minyak Sereh

Tidak hanya di permukiman warga, kata Titik, keberadaan semut tersebut meluas ke pepohonan. Akibatnya, sejumlah penderes nira tidak dapat bekerja karena pohon kelapa dipenuhi semut.

"Karena semua, pohon kepala ada semutnya mungkin sampai ribuan, kata mereka malah sampai miliaran, sehingga penderes tidak bisa mengambil nira," ujar Titik.

Untuk itu, BPBD bersama anggota Polres Banyumas, Minggu (15/11/2020), melakukan penyemprotan pestisida menggunakan kendaraan water cannon.

"Kemungkinan, (sumbernya) dari bekas pabrik kayu, kayu-kayunya dari Lampung sehingga penanganan kemarin membersihkan di lokasi itu. Semua sisa kayu kami bakar, kemudian kami semprot pestisida. Polresta membantu dengan water cannon," jelas Titik.

Penyemprotan pestisida juga dilakukan di lingkungan permukiman. Sedangkan untuk bagian dalam rumah dilakukan secara mandiri oleh warga dengan cairan sabun atau cuka.

Baca juga: 6 Pekan Dihantam Topan dan Badai, Terbaru Vietnam Diterjang Topan Vamco: 650 Ribu Warga Dievakuasi

Baca juga: Gara-gara Cuitan Ajakan Patuh Protokol Kesehatan, Akun Twitter Polda Metro Jaya Diserbu Netizen

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 16 November 2020 Rp 1.968.000 Per 2 Gram

Baca juga: Jadwal Acara TV Hari Ini, Senin 16 November 2020: Ada Film John Wick Chapter 2 di TransTV

"Tidak bisa diselesaikan satu, dua hari. Kami sudah komitmen dengan warga, BPBD menyemprot lingkungan, di dalam rumah oleh warga. Kami akan lakukan secara terus-menerus sampai habis," kata Titik.

Titik mengatakan, belum dapat memastikan jenis semut tersebut. Berdasarkan ciri-cirinya, semut tersebut berwarna hitam dan berukuran kecil. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Banyumas Diteror Semut, "Water Cannon" Diterjunkan Semprot Pestisida".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved