Gunung Merapi Terkini

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Ini Hasil Pantuan BPPTKG Sepekan Terakhir

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental pekan ini, terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Editor: rika irawati
Tribunjogja/Setya Krisna Sumargo
Foto puncak barat Gunung Merapi dari PGM Babadan, Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (29/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis data terbaru pantuan visual gunung Merapi Sabtu (14/11/2020) pukul 12.00-18.00 WIB.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Secara meteorologi, cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat.

Suhu udara 16-26.8 °C, kelembaban udara 59-72 persen dan tekanan udara 626-687.2 mmHg.

Pada pengamatan hari yang sama, di waktu berbeda, sempat terdengar beberapa kali suara guguran.

Di antaranya, pada periode amatan pukul 00.00-06.00 WIB, terdengar suara guguran 2 kali di Babadan.

Selain itu, terdengar suara guguran 1 kali (sedang), pukul 11.54 WIB.

Baca juga: Warga Klakah Boyolali Mulai Mengungsi setelah Terdengar Gemuruh dari Gunung Merapi

Baca juga: Antisipasi Erupsi Merapi, Puluhan Sekolah Sudah Siap Disulap Jadi Tempat Pengungsian Warga

Baca juga: KPU Jateng Siap Pindahkan TPS Pilkada Klaten ke Pengungsian Jika Terjadi Erupsi Merapi

Baca juga: Kapolda Jateng Ancam Tindak Penambang Pasir yang Masih Menambang di Kawasan Rawan Gunung Merapi

Sebelumnya, BPPTKG melaporkan hasil pengamatan Gunung Merapi selama sepekan, yakni 6-12 November 2020.

Dalam periode tersebut, kegempaan Gunung Merapi tercatat 244 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 2.189 kali gempa fase banyak (MP), 9 kali gempa low frekuensi (LF), 385 kali gempa guguran (RF), 403 kali gempa hembusan (DG), dan 6 kali gempa tektonik (TT).

Adapun intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan pekan lalu.

"Jumlah gempa hembusan relatif stabil pada kisaran sekitar 40 kali/hari. Jumlah ini cukup tinggi, yang dapat dimaknai bahwa terjadi pelepasan gas secara signifikan. Diharapkan dengan demikian juga mengurangi tekanan magmanya," kata Kendati demikian, Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Sabtu (14/11/2020).

Adapun deformasi atau penggembungan permukaan tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada pekan ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 10 cm/hari.

Secara visual, dalam pekan ini, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

Tinggi asap maksimum 250 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 8 November 2020 pukul 14.50 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved