Berita Jawa Tengah

Warga Usir Kera Liar Gunakan Petasan Bola Api, Serang Areal Pertanian di Desa Duren Bandungan

serangan kera liar ke areal pertanian warga telah meluas di empat dusun dari total sembilan dusun di Desa Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Warga Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang melakukan patroli hutan di atas lahan pertanian untuk mengusir kera liar, Jumat (13/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Areal pertanian warga Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang diserang kera liar.

Akibatnya, sejumlah lahan pertanian warga setempat mengalami kerusakan.

Kepala Desa Duren, Asrori mengatakan, serangan kera liar ke areal pertanian warga sampai sejauh ini telah meluas pada empat dusun dari total sembilan dusun di wilayahnya.

Baca juga: Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan, Begini Kondisi Finansial PSIS Semarang Saat Ini

Baca juga: Dapat Bantuan Beras 5 Kg, Petani di Kabupaten Semarang Justru Masuk Kategori Warga Rawan Pangan

Baca juga: Berpura-pura Jadi Petugas Telkom, Komplotan Pencuri Gasak Kabel Tembaga di Jalan Supriyadi Semarang

Baca juga: Siap-siap, Tim Yustisi Kota Semarang Bakal Masuk Perkantoran Cek Protokol Kesehatan

"Meliputi Dusun Legoksari, Clapar, Duren, dan Kropoh."

"Sehingga serangan kera liar ini butuh solusi."

"Mengingat dalam kurun waktu sebulan ini sudah merusak sebagian areal pertanian warga," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (13/11/2020).

Menurut Asrori, kerusakan lahan pertanian karena dugaan serangan kera sementara antisipasi yang dilakukan warga hanya berusaha mengusir.

Adapun lahan pertanian yang menjadi sasaran kera liar mayoritas ditanami ketela, jagung, kelengkeng, serta sayur.

Ia menambahkan, serangan kera liar diduga karena adanya migrasi dari wilayah lain.

Jenis kera juga diduga sudah bermutasi karena berbeda dengan yang biasa masuk wilayah Desa Duren.

"Sementara ini langkah warga agar dampak kerusakan lahan pertanian tidak meluas warga dari empat dusun rutin melakukan patroli hutan."

"Mereka memakai peralatan yang menghasilkan bunyi dan petasan bola api," katanya.

Pihaknya berharap ada solusi dari pihak yang berwenang agar serangan kera ini bisa berakhir.

Sementara ini warga terpaksa menyediakan berbagai macam buah untuk makan kera tetapi tidak maksimal dan cenderung memerlukan biaya.

Asrori mengungkapkan, Satgas Konflik Manusia dengan Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Provinsi Jawa Tengah sempat turun tangan.

Mereka melakukan kajian dan observasi agar dampak kerugian warga tidak meluas.

Sebagai penanganan sementara, BKSDA lebih menyarankan warga melakukan pengusiran disamping melindungi tanaman dengan jaring pengaman.

"Tidak disarankan menjebak dengan racun, karena di lahan seluas itu belum tentu hanya populasi kera yang terdampak."

"Dikhawatirkan bukan kera yang mati, melainkan hewan lain atau manusia," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Cegah Kasus Covid-19 Terulang, Ponpes El Bayan Cilacap Beri Sekat Kaca saat Santri Bertemu Orangtua

Baca juga: Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap

Baca juga: Cegah Murid Bosan, Calon Guru Penggerak di Cilacap Manfaatkan Film dan Tik Tok sebagai Media Ajar

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved