Berita Sukoharjo
Tak Bergejala, Seorang Guru SMA di Sukoharjo Tularkan Covid-19 ke 12 Guru Rekan Kerjanya
Kasus ini bermula dari seorang guru yang yang tidak merasakan gejala tetapi rupanya terjangkit corona.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Sebanyak 13 orang guru di satu sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, positif terinfeksi Covid-19.
Kasus ini bermula dari seorang guru yang yang tidak merasakan gejala tetapi rupanya terjangkit corona.
Kasus belasan orang guru positif Covid-19 ini menjadi klaster baru di Kabupaten Sukoharjo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, guru tersebut diduga tertular dari keluarganya.
Anak dan istri guru itu lebih dahulu dinyatakan positif Covid-19. Namun, guru tersebut tidak menyadari dirinya terjangkit virus karena tidak merasakan gejala.
Baca juga: 24 ASN di Pemkab Sukoharjo Positif Covid-19, Menara Wijaya Ditutup dan 600 ASN Lain Jalani Swab
Baca juga: Guru TK Tewas Tersambar KA Argo Wilis saat Sebrangi Perlintasan Tak Berpalang di Sukoharjo
Baca juga: Kisah Bocah Penjual Cilok di Sukoharjo, Sebagian Hasil Buat Beli Kuota Internet, Ingin Jadi Tentara
Baca juga: Tangis Histeris Keluarga Warnai Pelepasan Garis Polisi di Rumah Korban Pembunuhan di Baki Sukoharjo
Padahal, belakangan ini, dia berkontak dengan sejumlah orang, termasuk guru-guru di sekolah tempatnya bekerja.
Setelah guru itu dinyatakan positif Covid-19, guru-guru lain yang sudah berkontak diminta tes swab. Hasilnya, ada 12 guru lain yang terpapar virus corona.
"Kemudian, teman-temannya yang kontak dengan guru itu di-swab bersama-sama. Ada 17 orang yang di-swab, yang positif ada 12 orang," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (12/11/2020).
Karena termasuk orang tanpa gejala (OTG), mereka diminta menjalani karantina mandiri.
Darno mengatakan, guru harus terbuka dengan kondisi keluarganya jika mengalami sakit.
"Untuk antisipasi penularan, guru harus terbuka. Kalau ada keluarga dekat yang terpapar harus terbuka. Kemudian bisa didorong paling tidak minimal rapid test. Kalau dilihat hasilnya reaktif bisa ditindaklanjuti swab," ungkap dia.
Sekolah pun ditutup untuk sementara, sedangkan pembelajaran siswa masih tetap secara daring seperti biasa.
Baca juga: Tak Ada Hujan Atau Angin, Dapur Rumah Wartinem di Pengadegan Purbalingga Tiba-tiba Ambruk
Baca juga: Alami Gejala Flu, Bos Tesla Elon Musk Tes Covid-19 4 Kali Sehari. Hasilnya Bikin Bingung
Baca juga: Cek Rekening, Pemerintah Sudah Salurkan Subsidi Gaji Termin II Tahap 2 Sejak Kamis
Baca juga: Alumni ITB Laporkan Din Syamsuddin ke BKN dan KASN
"Penutupan sementara aktivitas sekolah langsung dimulai kemarin, setelah mengetahui hasil swab para guru positif," kata dia.
Bukan kasus pertama
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, penutupan sekolah masih menunggu hasil tes swab kontak lini kedua.