Penanganan Corona

Pemkot Tegal Bisa Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro

DPRD Kota Tegal meminta Pemkot Tegal mulai mempertimbangkan untuk bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).   

Editor: deni setiawan
RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
ILUSTRASI - Petugas pemulasaran saat mengantarkan peti jenazah di pemakaman umum di Kota Tegal, belum lama ini. 

Di lingkungan kediamannya telah ada 12 kasus positif dengan 1 meninggal dunia.

"Keluarga suami saya ada 7 positif. Ada 1 di ICU, dan 1 di RS yang mulai stabil."

"Sedangkan 5 isolasi mandiri di rumah ada lansia dan anak anak," kata Ani.

Tak hanya meminta Pemkot Tegal, ia juga meminta Ketua DPRD Kusnendro untuk bisa menggelar rapat khusus menyikapi lonjakan kasus yang tak bisa dipandang sepele ini.

"Kami sekaligus sebagai anggota badan anggaran meminta pimpinan DPRD untuk mengadakan rapat khusus tentang pemaparan dan perencanaan penggunaan anggaran Covid-19."

"Dimana anggarannya mencapai Rp 10 miliar di belanja tidak terduga (BTT) 2021," kata Ani.

Mengacu data corona.tegalkota.go.id, Kamis (12/11/2020), tercatat total 839 orang positif yang merupakan warga Kota Tegal dan warga luar kota.

Untuk warga Kota Tegal tercatat ada 637 kasus positif Covid-19.

Rinciannya, 31 dirawat, 207 isolasi mandiri, 364 sembuh, dan 35 meninggal.

Kemudian kasus positif bukan warga Kota Tegal tercatat ada 202 kasus.

Dengan rinciannya 24 dirawat, 47 isolasi mandiri, 89 sembuh, dan 42 meninggal dunia. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved