Penanganan Corona
Pemkot Tegal Bisa Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro
DPRD Kota Tegal meminta Pemkot Tegal mulai mempertimbangkan untuk bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kasus positif Covid-19 di Kota Tegal dan luar daerah yang dirawat di Kota Tegal mencapai total 839 orang, Kamis (12/11/2020).
Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN, Nur Fitriani pun meminta Pemkot Tegal mulai mempertimbangkan untuk bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
"Kami mohon untuk melakukan solusi strategis atas meledaknya kasus Covid-19 sekarang ini."
"Termasuk terhadap masyarakat yang sedang isolasi mandiri."
"Kota Tegal perlu melakukan PSBM," kata Nur Fitriani seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (13/11/2020).
Baca juga: Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya di Tegal, Pelaku: Bagaimana Lagi, Karena Sudah Terlalu Ingin
Baca juga: Pasar Weleri Kendal Terbakar, Pedagang Sulit Terobos Warga Saat Berjibaku Selamatkan Barang Dagangan
Baca juga: Hasil Tes Swab Semuanya Negatif, Pasca Perangkat Desa di Karanganyar Meninggal Karena Covid-19
Baca juga: Ada Tiga Klaster Fokus Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Ini Kata Bupati Haryanto
Sebagai anggota legislatif, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam fungsi pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Untuk itu, Wali Kota Dedy Yon Supriyono diharapkan bisa bekerja lebih maksimal dalam menangani Covid-19.
"Kami mohon keseriusan terhadap kasus yang tidak bisa dianggap enteng," kata dia.
Hal lain yang ia soroti terkait pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri.
Dalam menangani ini, tak bisa hanya mengandalkan Jogo Tonggo.
Pemkot Tegal harus hadir langsung membantu mencukupi kebutuhan pangannya.
"Tidak bisa hanya mengandalkan Jogo Tonggo yang terkadang tetangga ngasih makan seadanya."
"Padahal untuk meningkatkan imunitas harus makanan bergizi."
"Pemkot Tegal harus hadir bagi mereka yang isolasi mandiri," kata dia.
Nur Fitriani mengetahui bagaimana kondisi keluarga yang sedang dilanda Covid-19.