Berita Jawa Tengah
Candi Cetho Karanganyar Makin Dipadati Wisatawan, Kamis Siang Ada 375 Pengunjung
Jumlah pengunjung Candi Cetho pada akhir pekan dapat mencapai sekira 300 orang saat Sabtu dan 700 orang saat Minggu.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pengunjung Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan sekira 25 hingga 30 persen di musim libur panjang akhir Oktober 2020 ini.
Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Disparpora Kabupaten Karanganyar, Sunardi menyampaikan, pengunjung pada hari pertama libur panjang tercatat ada 312 orang.
Apabila dibandingkan hari biasa ada peningkatan jumlah pengunjung.
Baca juga: Tiga Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Cilacap Bakal Terapkan WFH Selama Sepekan
Baca juga: Banjir Kembali Meluas di Kroya Cilacap, Ratusan Warga di Dua Desa Mengungsi
Baca juga: Masih Ada Empat yang Dirawat di Rumah Sakit, Santri Positif Covid-19 di Cilacap
Baca juga: Beralih dari BBM ke BBG, Pertamina Serahkan Perangkat Konverter Buat Nelayan Cilacap
"Hari pertama dan kedua libur panjang, dibanding hari biasa ada peningkatan 25 hingga 30 persen."
"Hari pertama 312 orang, tetapi siang hujan selama 2 jam."
"Hari ini target ada sekira 500 orang," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/10/2020).
Jumlah pengunjung Candi Cetho pada akhir pekan dapat mencapai sekira 300 orang saat Sabtu dan 700 orang saat Minggu.
Lebih lanjut, pada hari kedua libur panjang hingga pukul 12.00, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 375 orang.
Nardi sapaan akrabnya menjelaskan, sesuai aturan pemerintah, pengunjung di Candi Cetho wajib mentaati protokol kesehatan guna mencegah potensi penyebaran Covid-19.
Di loket masuk sudah ada petugas yang mengecek suhu tubuh para pengunjung.
Begitu juga fasilitas cuci tangan sudah disediakan di kawasan Candi Cetho.
"Pengunjung wajib pakai masker."
"30 menit sekali melalui pengeras suara juga diingatkan supaya mentaati protokol kesehatan."
"Petugas di atas juga akan mengingatkan pengunjung."
"Kan ada beberapa pengunjung yang terkadang melepas masker karena setelah berjalan ngos-ngosan, jadi diingatkan."