Penanganan Corona
Reaktif Corona, Satu Pengunjung Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang, Tes Acak Dinkes Jateng
Tes acak dengan sasaran pengunjung lokasi wisata sebagai langkah deteksi dini potensi penularan virus corona (Covid-19).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Mengantisipasi libur panjang cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, terhitung 28 Oktober-1 November 2020, Dinkes Jateng fokus pada pemantauan objek wisata.
Satu di antaranya adalah objek wisata Dusun Semilir di Kabupaten Semarang.
Kepala BKIM Jateng, Tatik Murhayati mengatakan, tes acak dengan sasaran pengunjung lokasi wisata sebagai langkah deteksi dini potensi penularan virus corona (Covid-19).
Baca juga: Lima Pemain PSIS Semarang Usia 16 Tahun Dipanggil, Ikuti Program Garuda Select III di Sentul Bogor
Baca juga: Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan, Petugas Ajak Berziarah di TPU Jatisari Mijen Semarang
Baca juga: 19 TPS Masuk Wilayah Blank Spot, Begini Tanggapan KPU Kabupaten Semarang
Baca juga: APK Pilkada Dicopot Paksa, Surat Peringatan KPU Kabupaten Semarang Tidak Dilanjuti Tim Paslon
"Selain tempat wisata sasaran kami juga pintu masuk pemudik dari luar daerah seperti terminal, dan rest area."
"Sesuai perkiraan banyak orang berkerumun," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di Objek Wisata Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Rabu (28/10/2020).
Menurut Murhayati, tes acak tersebut menindaklanjuti hasil rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menghadapi masa libur panjang.
Secara teknis, pada lokasi wisata setiap pengunjung dicek suhu tubuhnya.
Dia menambahkan, bagi pengunjung dengan suhu tubuh mencapai 36,8 derajat Celcius kemudian berasal dari zona merah dan masuk kategori lanjut usia dilakukan rapid test.
"Kami mendapatkan satu pengunjung yang reaktif corona berdasarkan rapid test."
"Kepada yang bersangkutan langsung kami lakukan tes swab," katanya.
Dikatakannya, petugas medis dilengkapi sarana prasarana rapid test akan bersiaga selama masa libur panjang.
Rapid test, lanjutnya, bersifat pemetaan dengan sasaran pengunjung bersuhu tubuh 36,8 derajat Celcius.
Pihaknya mengungkapkan, petugas yang ditempatkan pada lokasi wisata fokus melakukan tes.
Sedangkan penerapan protokol kesehatan secara detail diserahkan kepada pengelola wisata.

"Adapun alat rapid test yang kami sediakan sepanjang hari ini mencapai 500 buah dengan 5 orang petugas medis," ujarnya.