Breaking News:

Berita Magelang

Gunung Merapi Berpotensi Luncurkan Awan Panas, Bupati Magelang Perintahkan Pengecekan Jalur Evakuasi

Bupati Magelang Zaenal Arifin telah menginstruksikan jajarannya memastikan jalur evakuasi pengungsi dalam kondisi baik jika Gunung Merapi meletus.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Gunung Merapi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Bupati Magelang Zaenal Arifin telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan jalur evakuasi pengungsi dalam kondisi baik jika terjadi letusan Gunung Merapi.

Hal ini penting sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana, terutama erupsi Gunung Merapi.

Menurutnya, saat ini, telah dicek dan dipetakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama instansi terkait, termasuk kondisi Tempat Evakuasi Akhir (TEA).

"Kami pastikan jalur evakuasi seperti apa, kondisi TEA, kapasitasnya seperti apa. Ini sedang dilakukan pemetaan oleh BPBD terkait itu. Kami bekerja sama seluruh sektor. Terus, siapa yang bertanggung jawab di titik-titik, kalau (erupsi) itu datang," kata Zaenal, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu 28 Maret Malam, Tinggi Kolom Sampai 3 Ribu Meter

Baca juga: Video Detik-detik Merapi Meletus Pada Hari Ini, Minggu 21 Juni 2020 Pukul 09.00

Baca juga: Merapi Erupsi Lagi Jumat 10 April 2020, Warganet Sebut Pertanda Wabah Corona Segera Berakhir

Baca juga: Entah Bagaimana Meski Sehat Suroto Tiduran hingga 10 Tahun, Tak Mau Bangun Sejak Erupsi Merapi 2010

Lebih dari setahun ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada level II (Waspada).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan pada level tersebut ada potensi bahaya luncuran awan panas dari kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

BPPTKG juga telah merekomendasikan agar tidak ada aktivitas manusia pada area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Rekomendasi ini menjadi perhatian dari seluruh OPD terkait kebencanaan dan relawan serta masyarakat di sekitar Gunung Merapi, khususnya yang berada pada wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.

Kawasan ini meliputi 19 desa di tiga Kecamatan yaitu, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Dukun, dan Kecamatan Srumbung.

"Peningkatan status belum ada dari BPPTKG, cuma kami sebagai pemerintah, tugasnya melindungi masyarakat, baik (dari bencana) nonalam, maupun dari alam. BPBD telah melakukan rakor dengan seluruh sektor, untuk antisipasi, apalagi di situasi pandemi," ungkap Zaenal.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved