Breaking News:

Berita Cilacap

Warga Cilacap Diimbau Terus Mewaspadai Banjir, BMKG Sebut Hujan Masih Sering Terjadi Akibat La Nina

Banjir yang melanda lima desa di Kecamatan Kroya, Maos, dan Sampang, Kabupaten Cilacap, satu di antaranya dipengaruhi fenomena La Nina.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Warga bertahan di rumah saat banjir melanda Dusun Karag, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Banjir yang melanda lima desa di Kecamatan Kroya, Maos, dan Sampang, Kabupaten Cilacap, satu di antaranya dipengaruhi fenomena La Nina.

Menurut Prakirawan Cuaca BMKG stasiun Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan, musim penghujan saat ini dipengaruhi La Nina.

La Nina ini terjadi karena suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sebelah timur di dekat Tahiti lebih dingin dari normalnya.

Sementara, suhu permukaan laut Indonesia lebih hangat dari normal.

Diprediksi, fenomena La Nina ini berlangsung hingga awal 2021.

"Ketika musim penghujan bertemu La Nina, efeknya suplai uap air lebih banyak dan pertumbuhan awan penyebab hujan semakin banyak," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Banjir di Cilacap Meluas, BPBD Fokus Mengevakuasi Warga yang Terjebak Banjir

Baca juga: Tiga Desa di Kroya Cilacap Dikepung Banjir, Senin Siang Mulai Berangsur Surut

Baca juga: Sejumlah Sungai di Kebumen Meluap dan Rendam Belasan Desa, Sedikitnya 1500 Warga Mengungsi

Baca juga: Sudah Surut, Banjir Genangi 113 Rumah di Kemranjen Banyumas Akibat Hujan Deras dan Luapan Air Sungai

Rendi mengatakan, La Nina mengakibatkan hujan semakin sering terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.

Rendi menjelaskan, ada pula efek MGO atau massa udara basah.

Dimana, gelombang afiliasi atmosfer yang bergerak dari Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, bergerak ke timur hingga Samudra Pasifik sebelah timut Indonesia.

"Ketika gelombang itu sampai diatas wilayah kita maka potensi pertumbuhan awan penyebab hujan semakin banyak. Kalau sudah bergeser, pertumbuhan awan nya akan berkurang juga," terangnya.

Menurut Rendi, musim penghujan sebenarnya cenderung normal akan tetapi intensitasnya akan jauh lebih banyak dari pada periode musim hujan tahun lalu.

"La Nina sampai tahun depan, kalau hujan normal sampai Mei hingga Juni 2021. Cuma, intensitasnya banyak hujan, sedang hingga lebat," tambahnya.

Baca juga: Siapkan Payung, Hujan Diperkirakan Turun di Purwokerto dan Purbalingga Malam Ini

Baca juga: Objek Wisata di Jateng Ini Jadi Fokus Pemantauan saat Libur Panjang, Ada Tes Acak Covid-19

Baca juga: Upah Minimum 2021 Tak Naik, Pemerintah Jadikan Kondisi Ekonomi sebagai Alasan

Baca juga: BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas

BMKG mengingatkan kepada masyarakat, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan bencana alam.

Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena pertumbuhan awan yang banyak.

Peringatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Cilacap hari ini, terutama adalah berada di Kecamatan Jeruk Legi, Kesugihan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Kampung Laut, Gandrungmangu, Kawungaten, Bantarsari,
Karangpucung. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved