Breaking News:

Berita Banjarnegara

Alhamdulillah, Guru Madin Ponpes dan TPQ Banjarnegara Kini Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Guru Madin Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Alquran di Kabupaten Banjarnegara, akhirnya tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (kanan), memberikan bantuan subsidi upah gaji kepada Retno Jatiningsih di rumah dinas bupati, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Guru Madrasah Diniyah (Madin) Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Banjarnegara, akhirnya mendapatkan program perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Bupati Budhi Sarwono menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kepada pekerja sosial keagamaan di Kabupaten Banjarnegara tersebut di Pringgitan, Kamis (15/10/2020).

Kartu peserta BP Jamsostek diserahkan secara simbolis oleh bupati kepada Ali Muhasan, mewakili guru TPQ; Tarsono, guru Madin; dan Hasanudin, pengasuh pondok pesantren.

Baca juga: Daihatsu Tabrak Innova dan 2 Motor di Sigaluh Banjarnegara, 4 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Pagi Ini Banjarnegara Diguncang Gempa Tektonik 2,7 SR, Warga Tak Merasakan Apa-apa

Baca juga: Kenalkan, Ini Tiga Anggota Baru Polres Banjarnegara Berkemampuan Andal Melacak Narkoba dan SAR

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, mengatakan, pihaknya sengaja mengikutsertakan para guru ngaji dan Madin dalam program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri melalui insentif yang diberikan.

Baznas Banjarnegara, kata dia, sudah mengalokasikan anggaran Rp 125.779.000 untuk 6.564 karyawan non-PNS, non-gaji, guru madin, Ponpes, dan madrasah.

"Alhamdulillah sudah tercukupi dan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya, Kamis.

Sementara itu, Suwilwan Rahmat, Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Jateng dan DIY mengatakan, sejak awal, Pemkab Banjarnegara mendorong para pekerja nonformal dan sosial keagamaan untuk memiliki jaminan sosial BP Jamsostek.

Baca juga: Massa Demo Ogah Dibubarkan dan Memilih Bertahan, Desak Bupati Teken Pernyataan Tolak UU Cipta Kerja

Baca juga: Sedang Promo, Masuk Owabong, Golaga, dan Sanggulari Park Purbalingga Cukup Bayar Rp 10 Ribu

Baca juga: Sidak Di Toko Emas Kranggan Semarang, Menteri Perdagangan Temukan Kadar Emas Tak Sesuai Label

Ini, menurutnya, sangat penting. BP Jamsostek, kata dia, tidak hanya memberikan perlindungan risiko kerja bagi pekerja namun program-program di dalamnya juga ikut membantu menyejahterakan pekerja.

"Ini merupakan percontohan di Jawa Tengah dan DIY, dan pertama kalinya di wilayah ini, pekerja sosial keagamaan dijamin BP Jamsostek. Pastinya merupakan prestasi luar biasa," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Willy ini menerangkan, bantuan kepesertaaan tersebut merupakan subsidi dari Pemkab Banjarnegara melalui Baznas.

Pihaknya mengapresiasi kepedulian pemkab dan Baznas Banjarnegara sehingga para pekerja nonformal sudah terlindungi, sama seperti di perusahaan-perusahaan industri atau perkantoran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved