Berita Tegal
Saat Ini Masih Dievaluasi Pemkot, Izin Operasional Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Tegal
Terhitung, sudah 13 hari tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Tegal, tutup kembali di masa new normal dan saat ini sedang dievaluasi.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemkot Tegal saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kebijakan penutupan tempat wisata dan tempat hiburan, sejak Oktober 2020 ini.
Terhitung, sudah 13 hari tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Tegal, tutup kembali di masa new normal.
Kebijakan tersebut diputuskan seusai viralnya konser dangdut dalam hajatan yang diselenggarakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo.
Baca juga: Ini Lima Raperda yang Diajukan Pemkot Kepada DPRD Kota Tegal
Baca juga: Sudah Terapkan Protokol Kesehatan, Pengelola Bioskop Minta Dibuka Lagi, Begini Respon Pemkot Tegal
Baca juga: Wahana Baru PAI Tegal, Dermaga Apung Sudah Bisa Dinikmati Pengunjung pada November
Baca juga: Kisah Semangat Nenek Usia 92 Tahun Memproduksi Batik Tegalan: Kalau Hanya Tidur Nanti Jadi Penyakit
Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi untuk kembali memberikan izin operasional tempat wisata dan hiburan.
Dia mengatakan, penerapan protokol kesehatan akan benar-benar dilihat.
Untuk memastikan itu, menurut Jumadi, pihaknya akan mengecek secara langsung penerapan protokol kesehatan objek wisata di Kota Tegal.
"Kami nanti akan cek langsung."
"Protokol kesehatannya sudah benar atau belum."
"Kalau hasilnya bagus, kami bisa segera membuka kembali," kata Jumadi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (13/10/2020).
Jumadi menjelaskan, Pemkot Tegal juga sudah menggelar rapat evaluasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dia mengatakan, rapat tersebut membahas hal-hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki.
Termasuk mengevaluasi kebijakan soal penutupan tempat wisata dan tempat hiburan.
Jumadi berpesan, para pedagang di tempat wisata dan pengelola tempat hiburan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
"Karena bagaimanapun kami tetap harus menggerakkan ekonomi."
"Tetap harus berjalan di tengah pandemi Covid-19."