Breaking News:

Polemik UU Cipta Kerja

2,5 Jam, Ganjar Diskusi Soal UU Cipta Kerja Bareng SPSI Jateng. Ini Kesepakatan Mereka

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Tengah mengenai Undang-undang Cipta Kerja, Minggu.

Editor: rika irawati
Kompas.com/DOK. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat bertemu dengan serikat pekerja, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Minggu (11/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Tengah mengenai Undang-undang (UU) Cipta Kerja di rumah dinas Puri Gedeh, Minggu (11/10/2020).

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 2,5 jam tersebut, Ganjar yang didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sakina Rosellasari, bertukar pikiran dengan serikat pekerja.

"(Inisiatif ini dilakukan) sehingga ada ruang yang lebih dingin, kami bisa konsentrasi dan berbagi untuk merespons ini," kata Ganjar.

Ganjar Ajak Warga Jateng Beri Masukan Pascadisahkannya UU Cipta Kerja

Ini Hak Pekerja yang Dipangkas dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja

Dipicu Penolakan Undang-undang Cipta Kerja, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Partai Demokrat

Selain itu, kesempatan diskusi juga digunakan kedua belah pihak, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan serikat pekerja, untuk sama-sama membedah undang-undang tersebut.

Ganjar pun bercerita bahwa dirinya selama ini bergerilya mencari informasi tentang UU Cipta Kerja.

"Dengan cara itu, kami harap, semua akan saling terbuka. Tadi kami blak-blakan, buka-bukaan mengenai apa itu Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Kami dan kawan-kawan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng sama-sama tidak mengerti," kata Ganjar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ganjar berharap, seusai diskusi, serikat pekerja dan buruh dari Jateng berinisiatif mengajukan judicial review serta memberi pendapat atau saran untuk mengisi rencana 35 peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres) yang akan diterbitkan Presiden Joko Widodo.

Setelah audiensi hari ini, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan ruang aduan sebagai sarana mendengarkan keinginan para pekerja dan buruh.

"Rasa-rasanya, tadi mereka sepakat mengonsolidasikan diri untuk membahas ini dengan lebih cermat, terutama pada bab 4 yang mengatur tentang tenaga kerja (naker)," kata Ganjar.

Bawaslu Ogan Ilir Rekomendasikan KPU Mendiskualifikasi Pasangan Calon Petahana, Ini Pertimbangannya

Berawal dari Menemani Ayah, Jelita Ketagihan Nunggang Sapi dan Ikut Pawai di Klaten

Rossi Crash, Fabio Quartararo Gagal Lagi Raih Podium Kandang di MotoGP Perancis

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi SPSI Jateng Suhartoyo pun mengapresiasi kesediaan Ganjar untuk menerima dan bertukar pikiran dengan mereka.

"Pak Ganjar membuka dialog dan memberi kesempatan untuk menyampaikan keinginan kami. Nah, nanti kami akan buat satu rancangan peratuan pemerintah (RPP) yang dikawal Pak Ganjar," kata Suhartoyo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temui Serikat Pekerja dan Buruh, Ganjar Pranowo Diskusi Terkait UU Cipta Kerja". 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved