Pilkada Serentak 2020

Pilkada Kabupaten Semarang, Bawaslu Temukan 1.328 Potensi Pemilih Ganda

Dalam pengawasan penyusunan daftar pemilih Pilkada Kabupaten Semarang 2020, Bawaslu menemukan 1.328 potensi pemilih ganda.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Bawaslu Kabupaten Semarang mendapati ribuan pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah dipublikasikan oleh KPU Kabupaten Semarang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengatakan, dalam pengawasan penyusunan daftar pemilih Pilkada, Bawaslu menemukan 1.328 potensi pemilih ganda.

"Itu berdasarkan hasil pengawasan dan analisis terhadap DPS yang dilakukan bersama jajaran pengawas di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan."

"Kemudian, tidak memenuhi syarat (TMS) 947 orang dan memenuhi syarat (MS) 225 belum tercantum," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/10/2020).

Pemain PSIS Semarang Pulang Kampung Lagi, Tunggu Kejelasan Kompetisi Liga 1 2020

Pemain PSIS Semarang Berharap Liga 1 2020 Tetap Bisa Bergulir, Ini Alasannya

Paragon Mall Semarang Minta Maaf, Heboh Viral Dua Stan Penjualan Daging Babi di Hijab Fest

Pilkada Kabupaten Semarang'> Pilkada Kabupaten Semarang, Paslon Manfaatkan Kampanye Medsos Masih Rendah

Menurut Talkhis, adapun pemilih TMS di antaranya 574 telah meninggal dunia, pindah domisili 341 orang, berstatus TNI 2 orang, dan di bawah umur 18 orang.

Dia menambahkan, atas temuan tersebut saran perbaikan sebagian besar sudah ditindaklanjuti oleh KPU.

Tetapi masih ada beberapa data yang tidak bisa ditindaklanjuti.

"Misalnya yang kami sarankan untuk dicoret karena meninggal, ternyata ada 4 yang masih hidup."

"Karena itu kami mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan penyusunan daftar pemilih Pilkada Kabupaten Semarang'> Pilkada Kabupaten Semarang 2020," katanya.

Dikatakannya, pemutakhiran daftar pemilih bukan hanya menjadi tanggungjawab KPU dan Bawaslu.

Melainkan juga seluruh warga masyarakat terutama yang sudah mempunyai hak pilih.

Pihaknya mengungkapkan, validitas daftar pemilih selain menjamin keterpenuhan hak pilih masyarakat, juga berkaitan erat dengan pengadaan logistik pemilihan.

"Maka kami meminta masyarakat juga paslon ikut mengawasi serta mencermati daftar pemilih ini."

"Paslon juga harus memastikan para pendukungnya telah terdaftar sehingga bisa menggunakan haknya pada 9 Desember 2020," ujarnya.

Dia menjelaskan, sejumlah data TMS dan MS hasil pengawasan dan analisis DPS tersebut pernah disampaikan untuk perbaikan hasil coklit pada 10 Agustus 2020.

Tetapi kembali muncul di DPS yang ditetapkan.

Terhadap munculnya kembali data-data temuan hasil pengawasan coklit di DPS, Bawaslu telah meminta KPU Kabupaten Semarang memberikan penjelasan dan kronologisnya.

"Dari jawaban yang kami terima, menurut KPU data temuan tersebut memang sudah ditindaklanjuti pasca coklit."

"Tetapi proses di Sidalihnya yang tidak bisa dideteksi," jelasnya. (M Nafiul Haris)

Kisah Heroik Usman dan Harun, Pahlawan Asal Purbalingga yang Mati Digantung di Penjara Singapura

Pemkab Purbalingga Usulkan Raperda Penanggulangan Penyakit Menular, Ini Maksud Tujuannya

Dilaksanakan Mulai Selasa di Purbalingga, Setiap Puskesmas Ditarget Delapan Orang Tes PCR per Hari

Bawaslu Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Purbalingga, Peserta Kampanye Lebihi Ketentuan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved