Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Pilkada Kabupaten Semarang, Paslon Manfaatkan Kampanye Medsos Masih Rendah

Dari hasil pengawasan tim patroli medsos traffic kampanye, baik Facebook, Instagram, dan Twitter masih rendah dalam Pilkada Kabupaten Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Tim Cyber Bawaslu Kabupaten Semarang melakukan pengawasan kampanye secara daring atau melalui media sosial, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Sepuluh hari masa tahapan kampanye daring Pilkada Kabupaten Semarang sejak dimulai secara resmi 26 September 2020, Bawaslu menyebut intensitas kampanye khususnya melalui saluran media sosial (medsos) masih rendah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengatakan, dari hasil pengawasan tim patroli medsos traffic kampanye pada medsos, baik Facebook, Instagram, dan Twitter masih rendah.

Alita Sering Teriak Tidak Kuat Menahan Sakit, Derita Bocah SD Pengidap Kista di Kota Semarang

Bawaslu Kabupaten Semarang: Ratusan APK Paslon Langgar Aturan Kampanye Pilkada

Bupati Semarang Mundjirin Dipecat Sebagai Kader PDIP, Termasuk Anaknya Bina Munawa Hatta

BP Jamsostek Bakal Fasilitasi GTT Kabupaten Semarang, Muslih: Biar Tidak Ada Kecemburuan

"Kami sejak awal sebelum penetapan paslon sudah melakukan patroli medsos."

"Saat itu, kami temukan dugaan pelanggaran netralitas ASN dan sudah kami proses hasilnya tidak cukup bukti."

"Jadi akumulasi sampai sekarang dari medsos 5 kasus dugaan pelanggaran."

"Sehingga pada masa kampanye ini dapat dibilang masih rendah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (5/10/2020).

Menurut Talkhis, lima kasus dugaan pelanggaran itu sebagian ditemukan pasca penetapan paslon oleh KPU Kabupaten Semarang.

Ada yang berupa program pemerintah tetapi diframing kegiatan tim paslon tertentu.

Dia menambahkan, temuan lain ada seorang pegawai kontrak karena berpakaian identik ASN UPTD Pendidikan Kabupaten Semarang yang memposting informasi bernuansa politik dan telah dilakukan pembinaan.

"Jadi sampai sekarang belum ada bentuk kampanye di medsos yang masuk kategori pelanggaran pemilu."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved