Berita Banyumas

Kini, Pembayaran Uji KIR di Banyumas Bisa Ditransfer Langsung Lewat Bank

UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas meluncurkan pembayaran nontunai pada pelayanan uji kendaraan bermotor.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Petugas KIR mengarahkan sopir truk menempatkan truk agar tepat di atas alat uji di (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas meluncurkan pembayaran nontunai pada pelayanan uji kendaraan bermotor.

Program ini diresmikan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Senin (5/10/2020), di UPTD Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, pembayaran nontunai uji kendaraan bermotor ini juga dimaksudkan agar lebih praktis dan efisien.

Selain itu, layanan ini diharapkan lebih memudahkan konsumen sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor Dinas Perhubungan untuk membayar uji kendaraan.

"Dengan adanya pembayaran nontunai ini, minimal bisa mencegah penyebaran Covid-19. Maka, ini sangat ideal dilaksanakan, tidak harus antre dan berbondong-bondong datang ke sini. Ini demi kenyamanan dan kepraktisan," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Selasa (6/10/2020).

Diguyur Hujan dari Sore Hingga Dini Hari, Sejumlah Tebing di 5 Desa di Banyumas Longsor

Kubangan Diduga Bekas Sumur Minyak di Blora Semburkan Gas Berbau Menyengat

26 Santri Ketahuan Positif Covid-19 setelah Seorang Santri Mengeluh Hilang Kemampuan Membau

Dugaan Pengeboran Ilegal di Dekat Api Abadi Mrapen, Ganjar: Pasti Ditindak

Pihaknya menjelaskan, kendala dalam pembayaran nontunai adalah sinyal dan kurangnya saluran untuk alat uji.

"Karena sistem cashless ini menggunakan teknologi informasi, kendalanya ada di sinyalnya pada saat tidak stabil. Makanya, ada beberapa alternatif yang kami tawarkan. Pada saat nanti mbanking mungkin eror, bisa membayar melalui lakupandai, atau bisa pakai ATM. Tapi, kami juga tetap melayani pembayaran cash di sini," imbuhnya.

Kendala lain, menurut Agus adalah baru memiliki satu jalur alat uji. Jalur ini hanya berkapasitas 100 kendaraan per hari.

Di Banyumas, menurutnya, ada 16 ribu kendaraan wajib uji sehingga waiting list orang mendaftar untuk cek kendaraan mencapai 1,5-2 bulan.

"Orang yang hari ini mendaftar lewat daring baru akan dilayani tanggal 15 Desember," jelasnya.

Agus Nur Hadie berharap, pemerintah bisa menambah jalur alat uji sehingga pelayanan bisa lebih maksimal.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik dan sangat mendukung sistem pembayaran nontunai yang diluncurkan UPTD Dishub Banyumas.

"Saya menyambut baik dan sangat mendukung pembayaran secara nontunai di UPTD Dishub Banyumas. Semoga, seiring kegunaannya bisa memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dengan mengedepankan kenyamanan masyarakat," terangnya.

Menurutnya, pembayaran nontunai uji kendaraan bermotor ini bekerja sama dengan Bank Jateng yang dapat dilakukan melalui I-banking dan ATM Bank Jateng, ataupun melalui bank lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved