Berita Banyumas

Klaster Ponpes di Karangsuci Banyumas Berawal dari 3 Santri Bergejala dan Positif Covid-19

Dinkes Banyumas masih menyelidiki awal mula santri di Karangsuci, Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, tertular virus Covid-19.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto saat ditemui di Pendopo Sipanji, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas masih menyelidiki awal mula santri di Karangsuci, Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, tertular virus Covid-19.

Hingga Kamis (1/10/2020), santri di Karangsuci yang terinfeksi virus Covid-19 mencapai 328 santri. Informasi yang didapat hanyalah, banyaknya kasus corona jenis baru ini berawal saat ada tiga santri yang lebih dulu terpapar virus.

"Untuk menyelidiki awal kasus terjadinya kluster membutuhkan waktu. Ini memang sulit, membutuhkan ahli epidemiologi juga. Apakah ada santri pulang dari zona merah atau faktor lainnya," ujar Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto di Pendopo Sipanji Purwokerto, Kamis.

Bertambah Lagi, 136 Santri di Banyumas Positif Covid-19. Semua Tanpa Gejala

Tracing Klaster Pondok Pesantren di Karangsuci, Dinkes Banyumas Swab 631 Santri dan Pengurus Ponpes

Cegah Klaster Pondok Pesantren Meluas, FKPP Banyumas Bakal Cek Protokol Kesehatan di 30 Ponpes

Ganjar: Kunci Penanganan Klaster Ponpes Ada di Kerja Sama Kiai, Pengelola Ponpes, dan Pemerintah

Sandiyanto mengatakan, Dinkes akan dibantu tim Task Force Kementerian Kesehatan untuk mendalami munculnya klaster pondok pesantren ini.

"Kami hanya melokalisir dan mencegah tertularnya santri maupun penghuni ponpes yang memiliki komorbid. Insyaallah, kalau masih muda, daya imunnya kuat dan bisa sembuh," jelas Sadiyanto.

Pemda juga telah menyiapkan rumah karantina di Baturraden yang saat ini sudah terisi 80 persen.

"Kalau sekitar 126 sudah swab dan hasilnya misalkan negatif maka bisa tambah kapasitas," imbuhnya.

Sementara, ruang isolasi di rumah sakit, saat ini tersisa 30 persen, yang tersebar di beberapa rumah sakit.

Melonjaknya penempatan ruang isolasi, diakui Sadiyanto terjadi lantaran banyak pula pasien Covid-19 dari luar wilayah.

"Kami tidak bisa menolak pasien tapi memang banyak juga pasien yang dari luar Banyumas," tambahnya.

Saat ini, pihaknya fokus melindungi 11.600 orang lansia yang telah tercatat dan rentan tertular Covid-19.

Uji Klinis Vaksin Covid-19: 1.089 Sukarelawan Telah Disuntik Calon Vaksin

Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut

Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, 1 Oktober 2020 Rp 1.057.000 Per Gram

Nelayan WNI Tewas dalam Baku Tembak Tentara Filipina dan Kelompok Abu Sayyaf

Apalagi, dia mengatakan, September ini, kasus positif corona cukup tinggi, yaitu mencapai 328 kasus.

Namun demikian, banyaknya kasus positif merupakan hasil Dinkes melakukan tracing yang ditindaklanjuti tes swab massal.

Sampai Kamis, Dinkes telah melakukan kurang lebih 12.500 swab massal.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 328 santri di pondok pesantren di Karangsuci, Purwokerto Utara, positif Covid-19.

Masih ada 31 sampel lain yang menunggu hasil swab. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved