Breaking News:

Berita Tegal

Mulai Besok, Dikbud Tegal Larang KBM Tatap Muka dan Kembali ke PJJ untuk Jenjang PAUD Sampai SMP

Sebagai ganti KBM tatap muka, siswa akan kembali menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring dari rumah masing-masing.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kendal bakal menghentikan lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka jenang PAUD hingga SMP, menyusul peningkatan kasus Covid-19 di kabupaten tersebut. Kebijakan ini berlaku mulai besok, Selasa (29/9/2020).

Kepala Dikbud Kabupaten Tegal Ahmad Wasari mengatakan, kebijakan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebagai ganti KBM tatap muka, siswa akan kembali menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring dari rumah masing-masing.

Penyidik Panggil 18 Saksi Terkait Konser Dangdut di Kota Tegal, Termasuk Ahli Pidana dan Kesehatan

Harga Sayur Anjlok, Petani di Banjarnegara Ini Sedekahkan Hasil Panen ke Panti Asuhan dan Ponpes

Bukan Tes Swab, Pemkab Banyumas dan FKPP Sepakati Screening Kesehatan untuk Cegah Klaster Ponpes

Masih Antar Penumpang, Tukang Becak Positif Covid-19 di Kota Tegal Ini Akhirnya Mau Jalani Isolasi

Sekretaris Dikbud Kabupaten Tegal, Winarto, menambahkan, akan ada sanksi tegas bagi sekolah yang kedapatan nekat menggelar KBM tatap muka.

"Intinya, mulai besok, kami berlakukan pembelajaran jarak jauh. Tidak ada lagi KBM tatap muka, mulai satuan pendidikan tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. Saya tekankan lagi, mulai efektif besok selasa," jelas Winarto pada Tribunbanyumas.com, Senin (28/9/2020).

Selama melakukan pembelajaran jarak jauh, pihak Dikbud Kabupaten Tegal juga melakukan evaluasi. Termasuk, memantau penyebaran kasus Covid-19 di kabupaten.

Semisal tren positif Covid-19 turun lagi, dimungkinkan, pembelajaran tatap muka akan kembali dibuka.

"Kalau melihat di SKB 4 Menteri, sekolah yang diperbolehkan melakukan KBM tatap muka yaitu yang berada di wilayah zona hijau dan kuning. Sedangkan di Kabupaten Tegal, saat ini kan sudah masuk di wilayah zona oranye. Otomatis, tidak boleh melakukan KBM tatap muka," jelasnya.

Pelatih Shin Tae-yong Yakin Timnas U-19 Mampu Atasi Persoalan Postur Tubuh saat Hadapi Dinamo Zagreb

Gada dan Kudi Dipasang, Pengerjaan Proyek Tugu Gada Rujakpolo Purwokerto Tinggal 1 Persen

Bertambah 63 Orang, Santri Positif Covid-19 di Ponpes Karangsuci Banyumas Menjadi 190 Orang

Cegah Kerumunan Warga, Pemkot Tegal Padamkan Lagi Lampu di Area Alun-alun Mulai Pukul 18.00

Sementara untuk tenaga pendidik, Winarto mengatakan, sistem kerja mereka mengikuti surat edaran Bupati Tegal Umi Azizah. Dimana, berlaku work from home (WFH) dan work from office (WFO) secara bergantian.

Meski begitu, terkait teknis pelaksanaan, pihaknya mengembalikan ke satuan pendidikan atau masing-masing sekolah.

Terpenting, pihaknya tidak meninggalkan atau mengabaikan pelayanan bagi masyarakat.

Di kantor Dikbud sendiri ditemukan satu pegawai positif dan meninggal akibat Covid-19. Pelayanan tatap muka di dinas ini kini ditiadakan dan diganti sistem daring.

"Saat ini, untuk pelayanan, kami tetap utamakan menggunakan daring. Bisa via telepon, WhatsApp, dan lain-lain. Jika memang ada berkas yang perlu dikirimkan maka bisa ke kantor Dikbud tapi tidak bisa masuk, melainkan satpam yang akan mengantarkan berkas tersebut. Aturan ini berlaku kurang lebih untuk satu pekan ke depan," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved