Breaking News:

Berita Tegal

Penyidik Panggil 18 Saksi Terkait Konser Dangdut di Kota Tegal, Termasuk Ahli Pidana dan Kesehatan

Polisi telah memeriksa sedikitnya 18 saksi dalam kasus konser dangdut di tengah pandemi yang digelar dalam hajatan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah landemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi telah memeriksa sedikitnya 18 saksi dalam kasus konser dangdut di tengah pandemi yang digelar dalam hajatan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo. Para saksi tersebut termasuk saksi ahli pidana dan ahli kesehatan.

"Tentu, di sini, kami melakukan penyidikan terhadap penyelenggara. Saksi yang diperiksa sudah 18 orang, sampai hari ini. Dua saksi ahli sudah diperiksa dari ahli pidana maupun ahli kesehatan," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (28/9/2020).

Sampai saat ini, lanjut Iskandar, pihaknya masih mengumpulkan bukti maupun saksi lain.

Kantongi Alat Bukti, Hari Ini Polda Jateng Tetapkan Tersangka Kasus Konser Dangdut di Kota Tegal

Cegah Kerumunan Warga, Pemkot Tegal Padamkan Lagi Lampu di Area Alun-alun Mulai Pukul 18.00

Wakil Wali Kota Tegaskan Tak ada PSBB Jilid 2 di Kota Tegal

Iskandar melanjutkan, sebelumnya, penyelenggara konser yang juga tokoh masyarakat telah diingatkan oleh Polsek setempat untuk tidak menggelar konser.

"Namun, dari penyelenggara atau tuan rumah tetap saja melaksanakan kegiatan tersebut. Imbauan-imbauan dari petugas, baik dari kepolisian atau dari pemerintah setempat tidak diindahkan sehingga kami di sini, dari Polda Jateng mengambil tindakan tegas," kata Iskandar.

Kegiatan tersebut, lanjut Iskandar, melanggar Undang-undang. Apalagi, dalam pandemi Covid-19 ini, katanya, tidak boleh melakukan kegiatan apa pun yang bersifat mengundang kerumunan, apalagi konser musik. (*)

Harga Sayur Anjlok, Petani di Banjarnegara Ini Sedekahkan Hasil Panen ke Panti Asuhan dan Ponpes

Bukan Tes Swab, Pemkab Banyumas dan FKPP Sepakati Screening Kesehatan untuk Cegah Klaster Ponpes

Bertambah 63 Orang, Santri Positif Covid-19 di Ponpes Karangsuci Banyumas Menjadi 190 Orang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved