Berita Semarang

Besok Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat Buka Lagi, Bakal Tolak Calon Pembeli Tak Bermasker

Warung makan Kepala Manyung Bu Fat yang berada di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, akan buka kembali mulai Selasa (22/9/2020).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Pegawai warung makan kepala manyung Bu Fat membersihkan peralatan makan seusai menggelar tasyukuran secara sederhana, Senin (21/9/2020). Acara ini sebagai tanda pembukaan kembali warung makan yang rencananya dilakukan Selasa (22/9/2020), setelah ditutup akibat menjadi klaster penularan Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Warung makan Kepala Manyung Bu Fat yang berada di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, akan buka kembali mulai Selasa (22/9/2020). Warung makan ini sebelumnya menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Tim satuan tugas Kecamatan Semarang Barat pun telah melakukan sterilisasi sekitar dua pekan.

Sebelum membuka kembali, pengelola tempat makan tersebut melakukan acara tasyukuran secara sederhana, Senin (21/9/2020).

Pengelola warung makan Kepala Manyung Bu Fat Teguh Sutrisno mengatakan, dampak pemberitaan klaster baru warung makan Bu Fat tentu sangat terasa.

Pegawai Rumah Makan Bu Fat Semarang Positif Covid-19, Pembeli 2 Pekan Terakhir Diminta ke Puskesmas

Pasien Covid-19 Melahirkan, Klaster Rumah Makan di Kota Semarang, Begini Kondisi Bayinya Saat Ini

Temuan Klaster Virus Corona di Rumah Makan, 8 Orang Menderita Covid-19 Dua Meninggal

Karena itu, acara tasyukuran ini diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa warung makan yang dikelolanya kini sudah aman.

Selama ini, pihaknya didampingi Puskesmas Krobokan dan Satgas Kecamatan untuk penerapan protokol kesehatan.

Pengelola pun akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada setiap pengunjung yang datang.

Tak hanya mewajibkan pengunjung memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Pengelola juga akan mengukur suhu tubuh setiap pengunjung.

"Kalau tidak pakai masker, kami siapkan masker. Kalau tidak mau, ya tidak usah ke sini saja," kata Teguh.

Menurutnya, warung makan kepala manyung ini dapat menampung sekitar 100 pengunjung. Namun, pihaknya telah membatasi 50 persen dari kapasitas.

Dia juga akan menerapakan sistem bergilir untuk jam kerja karyawan. "Nanti, kemungkinan, karyawan akan kami atur tidak full dulu," ucapnya.

Sementara, Camat Semarang Barat Heru Sukendar mengatakan, satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Semarang Barat telah melakukan sterilisasi setiap hari selama warung makan Bu Fat ditutup.

10 Santri Asal Dua Ponpes di Banyumas Positif Covid-19, Pemkab Perintahkan Lockdown Ponpes

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19

BREAKING NEWS: Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Seluruh Pedagang Diungsikan

Pengelola warung makan, menurutnya, juga sangat kooperatif lewat cara mengarantina penderita Covid-19 dari klaster tersebut. Sehingga, ini cukup membantu penyembuhan.

"Kami hanya menyampaikan kepada pemilik rumah makan Bu Fat supaya protokol kesehatan diterapkan, tidak seperti dulu. Dulu yang tidak pakai masker tidak dipermasalahkan. Sekarang, di depan, harus ada yang jaga," pinta Heru.

Dia menambahkan, pihak pengelola juga sudah mengatur jarak duduk lewat cara memberi tanda di setiap meja. Pengelola harus rajin mengingatkan pengunjung agar menjaga jarak.

Pihaknya pun akan memantau setiap hari, secara bergantian baik satgas dari kelurahan maupun kecamatan. Dia juga meminta tokoh masyarakat agar mengingatkan pengelola warung makan apabila protokol kesehatan tidak dilaksanakan.

"Supaya tidak ada lagi penyebaran Covid-19, terutama klaster rumah makan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved