Breaking News:

Berita Banyumas

Ditarget Layani 41 Ribu Akseptor KB, BKKBN Jateng Optimistis Bisa Memenuhinya

Kepala BKKBN Jawa Tengah Martin Suanta mengatakan, tahun ini, Jawa tengah ditarget melayani 41.000 akseptor KB.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ketua BKKBN Jateng Martin Suanta (kiri) bersama Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein melihat layanan KB dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia di Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Martin Suanta mengatakan, tahun ini, Jawa tengah ditarget melayani 41.000 akseptor KB.

Saat ini, target tersebut baru terpenuhi separonya atau sekitar 22.000 akseptor KB.

Untuk menggenjot target tersebut, BKKBN terus menggalakkan KB di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Banyumas.

Bahkan, Martin mengatakan, Banyumas merupakan satu wilayah andalan lantaran memiliki jumlah penduduk cukup banyak.

"Ditargetkan, untuk Banyumas, mencapai 3.700 akseptor IUD serta implan. Hingga hari ini, baru 25 persen," kata Martin saat menghadiri acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedua di Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Rabu (16/9/2020).

Giat Menyukseskan KB, Ketua Muslimat NU Banyumas Terima Penghargaan Dharma Karya Kencana dari BKKBN

Erna Husein Resmikan Klinik Sidomari Medika Banyumas: Dilengkapi Layanan Spesialis Penyakit Dalam

Tarik Minat Investor, Pemkab Banyumas Gratiskan Pengurusan IMB UMKM dan Usaha Pariwisata

Martin optimistis, pencapaian target di Banyumas dapat menggenjot bahkan membuat Jawa Tengah bisa mencapai pula target pelayanan KB yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein mengatakan, program KB perlu dikembangkan, dihidupkan, dan digalakkan lagi. Satu di antaranya lewat meningkatkan peserta KB.

Hal ini strategi untuk mengendalikan laju peningkatan penduduk dan untuk menurunkan angka kematian ibu.

Untuk optimalisasi program ini, tentunya perlu kerjasama dari semua pemangku kepentingan.

"Saya berharap, Hari Kontrasepsi Sedunia ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen kita atas pentingnya kontrasepsi dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia," terangnya dalam rilis yang diterima, Kamis (17/9/2020).

BPOM Semarang Gerebek Rumah Pengemas Obat Pelangsing Ilegal di Semarang

Ditarget Tekan Kasus Covid-19 2 Pekan, Gubernur Ganjar Genjot Operasi Protokol Kesehatan

Dipasangkan di Detik-detik Terakhir, Eisti-Ali Yakin Raih Kemenangan 80 Persen

Erna juga berharap, program KB tidak hanya diikuti kaum wanita tetapi juga diikuti pria. Ia mencontohkan, Bupati Banyumas Achmad Husein yang juga mengikut KB MOP.

"Tidak semua wanita cocok dengan KB maka sebaiknya para pria juga KB. Setelah mengikuti KB MOP, Pak Husein bertambah sehat dan saya tidak takut harus mengingat-ingat kapan harus KB," ujar Erna yang juga istri bupati Banyumas ini.

Selain acara pelayanan KB, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September 2020 itu juga dimeriahkan peresmian Klinik Sidomari Medika. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved