Breaking News:

Berita Kudus

Mencemari Air dan Udara, Dua Pabrik Tahu di Pasuruhan Kidul Kudus Ditutup Sementara

Puluhan warga melakukan unjuk rasa meminta penutupan pabrik tahu di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2020).

TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Puluhan warga berunjuk rasa menuntut penutupan pabrik tahu di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Puluhan warga melakukan unjuk rasa meminta penutupan pabrik tahu di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2020).

Koordinator aksi, Mintarno, mengatakan, keberadaan pabrik tahu tersebut mencemari lingkungan RT 06 RW 02 dan RT 03 RW 01‎, Pasuruhan Kudul.

Tidak hanya bau yang ditimbulkan, limbah tahu juga mencemari air bersih di sekitar lingkungan.

"Air sumur yang sudah dibor tidak layak konsumsi," ujar dia di sela audiensi di Balai Desa Pasuruhan Kidul.

Rp500 Juta Hangus Jadi Abu, Nilai Kerugian Kebakaran Pabrik Tahu dan Rumah di Banjarnegara

Sumur Emas di Gondangrejo Jadi Andalan Air Bersih Warga di Perbatasan Karanganyar-Boyolali-Sragen

Pasangan Eisti-Ali Serahkan Dokumen Pencalonan Kepala Daerah ke KPU Demak

Air limbah yang mengalir juga sampai ke sungai bagian selatan‎ sehingga mencemari saluran irigasi dan mempengaruhi hasil panen.

"Pengusaha pabrik ini sudah diperingatkan tetapi masih saja tetap beroperasi dan menghiraukan keluhan warga," ujarnya.

‎Menurutnya, pengusaha hanya memberikan obat pada limbah agar baunya tak mengganggu warga sekitar.

Namun, hasilnya tidak bertahan lama karena bau tidak sedap kembali tercium setelah tidak berselang lama.

"Hanya dikasih obat saja biar nggak tercium baunya tapi nggak lama. Karena mereka tidak memiliki IPAL (instalasi pengelohan air limbah-red)," jelasnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Jati, Djunaedi memberikan rekomendasi untuk menutup kegiatan usaha itu untuk sementara waktu.

"Karena melihat izinnya belum lengkap dan warga juga menolak keberadaannya karena mengganggu," ujarnya.

Jelang Liga 3, Manajemen Persiku Kudus Tinggal Punya Duit Rp 50 Juta. Askab PSSI Enggan Cairkan Dana

Sepi Job, Biduan Dangdut Kudus Turun ke Jalan Goyang Kantor Bupati

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal karena Covid-19, Sejak Lahir hingga Meninggal Berada di RSUD

Dia menyampaikan, warga sudah memberikan toleransi sejak 2016 lalu agar perusahaan membenahi IPAL dan perizinannya.

Namun, setelah empat tahun berjalan itu, belum ada perbaikan yang dilakukan pemilik usaha tersebut.

"Warga sebenarnya sudah memberikan toleransi selama empat tahun. Karena belum ada perubahan, kami rekomendasikan untuk ditutup sementara," ujar dia. (*)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved