Berita Ekonomis Bisnis

Tak Tega Lihat Petani Wonosobo Biarkan Sayuran Membusuk di Ladang, Polisi Lakukan Tindakan Ini

Karena harganya sangat rendah, sejumlah petani di Wonosobo bahkan hanya memotong tanaman sayurnya lalu meninggalkannya di ladang.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
POLRES WONOSOBO
Anggota Polsek Kalikajar membantu panen dan membeli sayur dari petani di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jumat (11/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Anjloknya harga sayuran di Kabupaten Wonosobo menimbulkan keprihatinan bagi banyak pihak, termasuk jajaran Polsek Kalikajar.

Polsek Kalikajar kemudian inisiatif memborong sayuran jenis sawi putih langsung dari petani di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jumat (11/9/2020) pagi.

Belakangan ini, harga sayur pada tingkat petani memang benar-benar anjlok.

Terobosan Cara Belajar Daring di Wonosobo, Siswa Bisa Ikuti Pembelajaran Melalui Radio

Sebulan Terakhir Meningkat, Kasus Positif Covid-19 di Wonosobo

Sentuhan Akhir Pemain PSIS Semarang Mulai Diasah, Dragan: Biar Tidak Bosan Latihan Fisik Terus

Dokter IGD RSUD Salatiga Positif Covid-19, Direktur: Layanan Masih Tetap Seperti Biasa

Ini diakui petani Desa Lamuk, Tono.

Saat ini, kata dia, sawi putih petani hanya dihargai Rp 300 per kilogram.

"Beberapa hari yang lalu bahkan hanya dihargai Rp 100 per kilogram,” ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/9/2020).

Karena harganya sangat rendah, sejumlah petani bahkan hanya memotong tanaman sayurnya lalu meninggalkannya di ladang.

Mereka memilih membiarkannya membusuk sebagai pupuk alami di ladang.

Petani tentunya menelan kerugian besar karena sama saja dengan gagal panen.

Kapolsek Kalikajar, Iptu Budi Rustanto mengatakan, keprihatinan inilah yang mendasari pihaknya melakukan kegiatan Program Seribu Daun Peduli Petani.

Hari ini, setelah melaksanakan olahraga pagi, pihaknya turun ke lahan untuk mencari petani yang sedang melaksanakan panen.

"Kami kemudian ikut membantu proses panen dan langsung membelinya,” kata Iptu Budi kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/9/2020).

Pihaknya hanya membeli sayur jenis sawi putih sebanyak 300 kilogram.

Sebenarnya pihaknya mau menambah jumlah pembelian, namun mengingat kapasitas mobil patroli terbatas, sayur yang dibeli hanya menyesuaikan kapasitas mobil.

Pihaknya sekadar ingin membantu petani dan menghindarkan mereka dari kerugian berlebih.

Pihaknya membeli seharga biasanya konsumen membeli di pasar.

Berkisar antara Rp 600 hingga Rp 700 per kilogram.

Pihaknya sadar harga beli segitu belum sebanding dengan biaya tanam hingga panen yang dikeluarkan petani.

Tetapi pihaknya berharap ini bisa sedikit membantu petani agar terhindar dari kerugian yang lebih besar.

Oleh Polsek Kalikajar, sayur sawi tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada warga maupun anggota Polri.

Untuk ke depan, Polsek Kalikajar juga berencana melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan hingga harga sayur mayur di wilayah Kalikajar menjadi normal.

"Rencananya kami akan melakukan kegiatan ini dengan skala yang lebih besar bersama Polres Wonosobo."

"Sehingga setidaknya bisa membantu petani di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya. (Khoirul Muzakki)

Dipasang Jaringan Internet Local Loop, Pelajar di Rusunawa Kraton Kota Tegal Tak Lagi Repot Kuota

Disdikbud Kendal Belum Restui Keinginan Orangtua Siswa, Simulasi KBM Tatap Muka Masih Dilarang

Peserta Tes SKB CPNS Diminta Datang Lebih Awal, Ini Alur Protokol Kesehatan di Udinus Semarang

Harga Sayur Makin Anjlok di Banjarnegara, Darsono Beli Satu Kilogram Kubis Cuma Rp 500

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved