Breaking News:

Berita Purbalingga

Dugaan Penyelewengan BPNT di Purbalingga, GMBI Sebut Sudah Punya Banyak Bukti, Bupati Janjikan Ini

Hasil investigasi tersebut ditemukan ketimpangan di setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu tidak tepat jumlah, kualitas, maupun kuantitas.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia gelar demonstrasi mempersoalkan dugaan penyelewengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Purbalingga.

Demo tersebut dilaksanakan di lingkungan kantor Pemkab Purbalingga, tepatnya di Jalan Onje, Kamis (10/9/2020).

Aksi yang dilaksanakan secara damai, direspon Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Perwakilan LSM itu diajak audiensi terkait perkara tersebut.

Ini Upaya Dinperindag Purbalingga Dorong Pelaku IKM Bisa Berdaya Saing

Bawaslu Kabupaten Purbalingga: Simpatisan Bakal Paslon Masih Banyak yang Abai Protokol Kesehatan

Sisi Barat Terminal Bobotsari Purbalingga Direvitalisasi Tahun Depan

Suroto Sebut Kesadaran Warga Gunakan Masker Masih Rendah di Purbalingga

Sekretaris Distrik GMBI Kabupaten Purbalingga, Alif Setiyo Aji mengatakan, telah melakukan investigasi di separuh kecamatan di Purbalingga terkait penyaluran BPNT.

Hasil investigasi tersebut ditemukan ketimpangan di setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu tidak tepat jumlah, kualitas, maupun kuantitas.

"Jadi peraturan umum program sembako ini tidak bisa dijalankan kepada seluruh elemen yang tergabung dalam penyaluran program BPNT," jelasnya.

Menurutnya, sebagai contoh adanya dugaan itu yakni beras yang dibagikan tidam sesuai standar mutu dan kualitas.

Kemudian timbangan yang digunakan tidak sesuai pedoman umum (pedum) BPNT yang dibagikan.

"Dari harganya juga terjadi selisih harga beras antara yang di pasaran dengan harga dari pemasok sebesar Rp 2 ribu per paket BPNT."

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved