Berita Pekalongan
Suka Panjat Dinding Rumah Tanpa Peralatan, Bocah asal Siwalan Pekalongan Ini Digadang Jadi Atlet
Bocah ini bernama Nafisa Adellia (8), warga Dukuh Slumbu, Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Namanya orangtua, anak yang masih kecil terus naik-naik ke tembok dan bergelantungan, pastikan punya rasa takut terjatuh. Tapi kalau dilarang, malah naik terus, Mas," katanya.
Menurut Rumiyati, Nafisa diakuinya termasuk anak yang aktif dan suka aktifitas fisik.
"Anaknya kerap memanjat sejak usianya masih balita. Masih kecil, umur dua tahunan kerap naik-naik lemari dan pagar. Saya ketakutan tapi ya akhirnya sudah terbiasa," ujarnya.
Selain memanjat dinding dan lemari, anaknya juga kerap memanjat pohon.
"Kalau dinding rumah, baru sebulan ini. Sebelumnya, pohon krasem yang ada di belakang rumah sering sekali di pajat anak saya," imbuhnya.
• Kemenkes Mulai Uji Klinis Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19, 4 Rumah Sakit Dilibatkan
• Kalah Lagi, Timnas U-19 Ditekuk Kroasia 1-7. Ini Penjelasan Pelatih Shin Tae-yong
Rumiyati mengungkapkan, anaknya dikenal sebagai anak yang tergolong tomboi.
"Kalau main di rumah, anaknya sama anak laki-laki. Tapi, kalau di sekolah, hanya pendiam," ungkapnya.
Terpisah, Kades Tengeng Wetan Rochmat mengatakan, mengenai warga yang mempunyai bakat dan unik.
Pihak desa berniat membina agar minat dan bakatnya bisa disalurkan pada olahraga wall climbing.
"Nafisa dipandang sebagai bibit calon atlet wall climbing atau panjat dinding potensial dari Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, kami akan terus memantau perkembangannya," katanya.
Pihaknya juga berpesan kepada orangtua Nafisa untuk memperhatikan perilaku bocah tersebut.
"Saya berpesan kepada orangtua agar memantau terus. Kalaupun ini sudah menjadi kebiasaan, minimal dilakukan dengan pendampingan orang dewasa dan profesional," pesannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/nafisa-adellia-bocah-asal-siwalan-pekalongan-suka-panjat-dinding-rumah.jpg)