Pilkada Serentak 2020

Tidak Patuh Rekomendasi, Bupati Semarang Mundjirin Terancam Dipecat Sebagai Kader PDIP

Bupati Semarang Mundjirin dianggap memberi ruang kepada istrinya, Bintang Narsasi untuk maju sebagai bakal calon Bupati Semarang melalui partai lain.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - PDIP Jawa Tengah akan memberikan sanksi tegas kepada kader partai yang tidak mematuhi instruksi Ketua Umum terkait rekomendasi dalam Pilkada Serentak 2020.

Kader yang membelot dengan bergabung partai lain ada dalam Pilkada Kabupaten Semarang'> Pilkada Kabupaten Semarang dan Blora.

"Kalau begini kan nggak mendukung rekomendasi."

"Harus ada sanksi dan kami usulkan ke DPP untuk pemecatan," kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2/9/2020).

Ganjar Minta Bantuan Warga, Kirim Foto ASN Pemprov Jateng Tak Gunakan Masker, TPP Bakal Dipotong

Hingga 2023 Ditarget Sudah Miliki Tujuh Koridor BRT Trans Jateng, Gubernur: Kurang Tiga Lagi

Sering Diejek Tidak Bisa Ereksi Jadi Alasan Kusnun Sodomi Siswa SD di Kabupaten Semarang

Cuma Semenit Sudah Hilang, Aksi Pencurian Motor di Kota Tegal, Pelaku Terekam CCTV

Menurutnya, ada tiga kader partai yang dianggap membelot dalam Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Semarang dan Blora.

Di Kabupaten Semarang, kader PDIP yang juga Bupati Semarang, Mundjirin.

Dia telah dianggap tidak tegak lurus terhadap instruksi partai atau dalam hal ini adalah PDI Perjuangan.

Dia dianggap memberi ruang kepada istrinya, Bintang Narsasi untuk maju sebagai bakal calon Bupati Semarang melalui partai lain.

Sedangkan PDI Perjuangan memberikan rekomendasi kepada Ngesti Nugraha-Basari.

Pria yang akrab disapa Bambang Krebo itu menuturkan, sebelumnya PDIP telah menawarkan anak Mundjirin, Biena Munawa Hatta.

Dimana dia adalah kader PDIP dan anggota Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Semarang.

"Anaknya ditawarin jadi wakil, ternyata nggak boleh. Tau- tau malah ibunya."

"Partai untuk keperluan keluarga saja harus disingkirkan, harus untuk masyarakat," tegasnya.

PDIP, lanjutnya, telah memberikan ruang untuk anak Mundjirin jadi anggota legislatif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Pilkada Serentak 2020
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved