Breaking News:

Berita Pendidikan

Pemerhati Asal Banjarnegara Soroti Perilaku Anak Desa yang Makin Aktif Gunakan Gadget

Sebagian orangtua yang rata-rata bermatapencaharian petani mengeluh karena harus memikirkan biaya pembelian kuota internet anaknya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Thinkstock
ILUSTRASI beberapa orang sibuk dengan ponselnya masing-masing. 

Belajar daring sudah terjadwal dan waktunya terbatas.

Tetapi setelah mereka belajar, anak-anak ternyata enggan melepas smartphone dari genggamannya.

Ada banyak hal yang lebih menarik di ponsel pintar mereka, ketimbang materi pembelajaran yang terbatas.

Semisal game, hingga bermacam tontonan yang belum tentu ramah untuk anak usia sekolah. 

Bergaul di lingkungan digital nyatanya mampu memengaruhi perilaku anak yang cenderung negatif. 

"Kenyataannya pembelajaran daring membuat anak bebas mengakses macam-macam situs."

"Ada kemungkinan anak anak menonton yang belum saatnya mereka tonton," kata Purbo, pemerhati anak dari Komunitas The Plegia Kabupaten Banjarnegara, Rabu (2/9/2020).

Kepada Tribunbanyumas.com, Purbo mengatakan, anak anak mengalami perkembangan alami.

Seiring bertambah usia, anak-anak mengalami fase penasaran dan mudah terperangah pada hal-hal baru.

Pada fase ini, pendampingan dan pengawasan orangtua dibutuhkan agar ketertarikan anak terhadap hal baru terarah pada hal positif. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved