Berita Banyumas
Bupati Banyumas Dorong Warga Lestarikan Kuliner Berbahan Oyek
Festival makanan berbahan singkong tersebut digelar Pemerintah Desa Lumbir untuk mendorong UMKM di desa tersebut bangkit, di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Makanan tradisional hasil olahan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dipamerkan dalam 'Festival Oyek' di Lapangan Desa Lumbir, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Rabu Rabu (2/9/2020).
Festival makanan berbahan singkong tersebut digelar Pemerintah Desa Lumbir untuk mendorong UMKM di desa tersebut bangkit, di tengah pandemi Covid-19.
Oyek adalah makanan pokok yang terbuat dari ketela pohon atau singkong.
Oyek berbentuk butiran bulat sebesar kacang ijo yang berwarna cokelat kekuning-kuningan.
Dari bahan dasar Oyek, warga bisa mengolah menjadi berbagai makanan yang menarik, baik dari segi tampilan maupun rasa.
• Covid-19 di Banyumas Terkendali, Bupati: Idealnya Tes Swab Dilakukan ke 1000 Orang Per Pekan
• Catat, Jam Layanan Pembuatan SIM di Satlantas Polresta Banyumas Ditutup Pukul 13.00 WIB
• Gara-gara Lupa Matikan Kompor Gas, rumah Warga Sumbang Banyumas Ini Ludes Terbakar
Kepala Desa Lumbir Suwarjo mengatakan, festival olahan makanan tradisional berbahan ketela ini diikuti 25 pelaku UMKM di wilayahnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi media memasyarakatkan lagi makanan tradisional berbahan dasar ketela atau oyek, agar kembali digemari dan bisa dijajakan di pasar tradisional.
Bahkan, diharapkan, bisa masuk rumah makan kelas menengah ke atas sebagai klangenan.
"Pada festival ini, penilaian didasarkan pada kreasi cara penyajian, keunikan bentuk makanan, serta rasa," katanya, Rabu.
Kasi Kesejahteraan Masyarakat Pemda Banyumas, Lilis Nur Hayati mengatakan, mengingat masih masa pandemi Covid-19, jumlah peserta festival dibatasi.
"Hasil kreasi olahan berbahan dasar oyek yang disajikan peserta di sini di antaranya wajik oyek, ampyang oyek, opak oyek, dan nasi goreng oyek. Juga, aneka snack berbahan baku singkong, seperti puding, pastel, mendoan dari tepung oyek, dan nasi oyek," jelasnya.
Jenis dan bentuk makanan yang dipamerkan, imbuhnya, menjadi lebih menarik karena menggunakan bumbu alami non-kimia.
• 76 Orang Melapor Jadi Korban Kerusuhan Ciracas, Pangdam Jaya: Mobil Rusak Langsung Dibawa ke Bengkel
• Gudang Mebel di Kudus Terbakar, Api Sempat Merembet ke Kantor PCNU
• Intip Masa Kelam Era Penjajahan di Gua Jepang Perkebunan Teh Kaligua Brebes
Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein menuturkan, festival makanan ini digelar untuk memotivasi masyarakat dalam mengolah bahan makanan berbahan dasar ketela, serta pemanis gula jawa yang sehat dan bergizi.
Selain itu, pelaku UMKM dipicu agar bisa berinovasi, serta mempertahankan rasa.
"Dengan berbagai macam makanan olahan ini, diharapkan tidak hanya sebagai cemilan melainkan sebagai makanan yang bisa dikonsumsi sehari-hari," ungkapnya.
Erna juga mengingatkan, dari sekian banyak makanan yang ikut festival, masih menemukan kemasan tradisional namun masih ditemukan warna yang mencolok.
Pemenang di festival ini akan mendapat uang pembinaan. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-banyumas-hadiri-festival-oyek-di-desa-lumbir.jpg)