Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Internasional

Terkait Monarki Thailand, Facebook Terpaksa Blokir Grup Beranggota Sejuta Akun, Begini Ceritanya

Facebook mengonfirmasi bila mereka dipaksa untuk membatasi akses ke konten yang oleh pemerintah Thailand karena dianggap ilegal.

Tayang:
Editor: deni setiawan
Via Independent
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANGKOK - Pemerintah Thailand memberikan ancaman serius terhadap platform Facebook.

Pemerintah bakal mengambil tindakan hukum apabila Facebook tidak secepatnya memblokir sebuah grup di dalamnya.

Atas kondisi tersebut, Facebook pun terpaksa memblokir sebuah grup Facebook beranggotakan sekira 1 juta akun.

Dimana di dalam Grup Facebook itu membahas terkait monarki Thailand.

Tiga Daerah Ini Diproyeksikan Bisa Mengawali Pembelajaran Tatap Muka di Jateng

Tim PSIS Semarang Jalani Tes Swab, Besok Rabu Pagi di Balai Kota Semarang

Kapolres Minta Seluruh Anggota Makin Serius Tekan Angka Kriminalitas di Salatiga

Perusahaan itu mengatakan, mereka sedang mempersiapkan tindakan hukum untuk menanggapi tekanan dari Bangkok.

Akses ke grup Royalist Marketplace diblokir Facebook pada Senin (24/8/2020) malam.

Akhir-akhir ini memang gelombang protes anti-pemerintahan di Thailand semakin masif dengan merembet kepada seruan untuk reformasi monarki.

Sementara itu, lontaran kritik terhadap monarki Thailand adalah tindakan ilegal di Thailand.

Administrator Grup Facebook Royalist Marketplace, Pavin Chachavalpongpun, mengatakan grup tersebut sangat populer di Thailand karena memiliki lebih dari 1 juta anggota.

Dia mengatakan, grup itu menyediakan platform untuk diskusi serius tentang monarki Thailand.

Grup itu juga memungkinkan orang Thailand untuk mengekspresikan pandangan mereka secara bebas tentang monarki.

Mulai dari intervensi politik monarki hingga hubungan intim dengan militer dalam mengkonsolidasikan kekuasaan raja.

Chachavalpongpun adalah seorang akademisi yang mengasingkan diri dan tinggal di Jepang.

Dia lantas membuat grup Facebook baru yang pada Senin (24/8/2020) malam.

Grup tersebut langsung memperoleh lebih dari 400.000 pengikut dalam semalam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved