Berita Banjarnegara

Di Dusun 2 Banjarnegara, Siswa Harus Berburu Sinyal di Area Makam demi Bisa Kerjakan Tugas Sekolah

Sejumlah anak di Dusun 2, Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang harus berburu sinyal di makam.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Lima anak Dusun 2, Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, belajar daring di area pemakaman dusun setempat yang mendapat sinyal internet kuat, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kisah sejumlah anak di Dusun 2, Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang harus berburu sinyal di makam untuk pembelajaran daring cukup menyita perhatian.

Setiap jam pelajaran, sejumlah siswa, terutama pelajar SMP, berkumpul di makam untuk belajar.

Lahan kuburan itu memang lokasinya lebih tinggi dari komplek pemukiman warga.

Itu sebabnya, sinyal internet mudah didapat mereka di lokasi ini.

Siswa biasa mendapat tugas dari guru melalui pesan Whatsapp.

PMI Serahkan Donasi dari Masyarakat Rp 117 Juta ke Pemkab Purbalingga untuk Penanganan Corona

Penyerangan Acara Midodareni di Solo, Polisi Tangkap Dua Pengeroyok Keluarga Habib Assegaf

Pasang Baru Air PDAM Tirto Panguripan Kendal Cukup Bayar Rp 999 Ribu

Mereka telah dibekali buku panduan saat awal masuk sekolah.

Anak anak biasa diminta mempelajari materi atau menjawab soal-soal di halaman tertentu di buku pegangan.

"Jawabannya ditulis di buku tulis, lalu difoto, kemudian dikirim lewat WA. Nanti dinilai sama guru," kata Halimah, orang tua siswa.

Karena untuk menerima dan mengirimkan tugas harus dalam jaringan (daring), para siswa pergi ke pemakaman umum atau komplek SD di dekat makam yang mendapat sinyal kuat.

Orang tua dan siswa harus menanggung konsekuensi atas pemberlakuan model pembelajaran jarak jauh ini.

Mereka yang belum memiliki gawai harus membeli perangkat itu untuk menunjang pembelajaran anaknya.

Masalahnya, perangkat itu harus dioperasikan menggunakan paket data agar bisa mengakses internet.

Tak Terima Putusan PTUN Semarang, BPN Demak Ajukan Banding, Kuasa Hukum Mbah Tun: Kami Siap Hadapi

Kaitan Keinginan Anak Bersekolah Lagi, Dokter RSUD Kalisari Batang Sarankan Orangtua Bisa Bersabar

Kuota internet jadi kebutuhan pokok saat ini untuk menunjang pendidkan anak.

Pendapatan orang tua yang pas-pasan harus terpotong lagi untuk membeli kuota internet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved