Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Tak Semua Karyawan Swasta Mendapat BLT Subsidi Gaji dari Pemerintah, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Tak Semua Karyawan Swasta Mendapat BLT Subsidi Gaji dari Pemerintah, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Tribunnews/Jeprima
Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia, Sri Mulyani, menegaskan tak semua karyawan swasta mendapat BLT subsidi gaji dari pemerintah sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan. Ini alasan yang dikemukakannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan tak semua karyawan swasta bergaji di bawah Rp5 juta mendapat subsidi gaji atau bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Diektahui, pemerintah akan menggelontorkkan subsidi gaji berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Langkah tersebut diambil sebagai salah satu upaya untuk mendorong kinerja perekonomian yang terpukul pandemi virus corona (Covid-19).

Simak, Ini Syarat Karyawan Swasta yang Berhak Dapat Bantuan Pemerintah Rp600.000 Per Bulan

Ledakan Keras Seperti Suara Bom, Kebakaran Pabrik Bioethanol di Mojokerto, Begini Kesaksian Warga

Tak Sama, Ini Perbedaan antara ASN dan PNS, Jangan Bingung dan Salah Arti Simak Poin-poin Berikut

Polemik Bantuan Pemerintah Rp600 Ribu untuk Karyawan Swasta, Tak Efektif Tak Tepat Sasaran?

Namun demikian, BLT tersebut hanya diberikan kepada karyawan swasta yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Lalu bagaimana nasib pegawai swasta dengan upah di bawah Rp5 juta yang tidak mendapatkan BLT tersebut?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penyaluran bantuan kepada pegawai swasta yang tidak menjadi peserta BP Jamsostek merupakan tantangan bagi pemerintah.

Namun demikian, dirinya menilai pemerintah telah menelurkan beragam alternatif bantuan sosial yang sebenarnya bisa diakses oleh masyarakat.

"Yang sekarang sudah ada melalui bansos, PKH (Program Keluarga Harapan), sembako, dana desa, ini kan semua jumlah benefitnya sama, 600.000 selama empat kali," jelas Sri Mulyani dalam video conference, Senin (10/8/2020).

"Atau kalau kena PHK, mereka bisa masuk di Kartu Prakerja, di situ juga dapat 600.000 kali empat, pemerintah mencoba cover dengan setiap program," lanjut Sri Mulyani.

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, dengan berbagai program tersebut, setidaknya sudah ada 60 hingga 70 juta penduduk Indonesia yang masuk ke dalam kategori kelompok penerima.

Halaman
12
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved