Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tangkal Radikalisme, Bupati Batang Sebut Pembentukan Karakter Tak Bisa Secara Online

Di tengah pandemi Covid-19, seluruh sekolah di Indonesia menerapkan sistem pembelajaran online atau jarak jauh. Berikut paparan Bupati Batang Wihaji.

TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji menjadi keynote speaker dalam Kemah Nasionalisme untuk Menangkal Radikalisme di tengah pandemi Covid-19, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Di tengah pandemi Covid-19, seluruh sekolah di Indonesia menerapkan sistem pembelajaran online atau jarak jauh.

Para pelajar maupun orangtua serta guru dituntut untuk bisa menguasai teknologi digital.

Dalam pembelajaran online, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk pembentukan karakter di rumah.

Ibu Hamil Makin Banyak di Batang, Hingga Akhir Juni Tercatat Sudah Capai 913 Orang

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Sudah Diterapkan, Disdikbud Batang Bakal Evaluasi Tiap Pekan

KIT Batang Bakal Butuh Ribuan Tenaga Kerja, Kades Mulai Diminta Data Calon Pekerja

Namanya Juhar, Teh Daun Pucuk Olahan Tradisional Warga Desa Sodong Batang, Sudah Sampai Jakarta

Menurut Bupati Batang Wihaji, transfer knowledge atau mentransfer ilmu pengetahuan bisa secara online.

Tetapi transfer of value atau mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan tidak bisa secara online atau virtual.

"Pembentukan karakter budi pekerti, unggah-ungguh tidak bisa dibangun secara jarak jauh."

"Karena butuh keteladanan, contoh dan guru secara tatap muka," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (9/8/2020).

Hal itu juga disampaikannya saat menjadi keynote speaker Kemah Nasionalisme Menangkal Radikalisme di tengah pandemi Covid-19, Minggu (9/8/2020).

Di hadapan puluhan pelajar Nahdlatul Ulama, (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungasem meminta sebagai generasi bangsa harus kuasai teknologi.

"Covid -19 memaksa kami untuk menguasai teknologi."

"Kami dipaksa pembelajaran jarak jauh, mencari pengetahuan lewat Google dengan smartphone."

"Tetapi pembentukan karakter anak juga harus diperhatikan," ujarnya.

Wihaji menyampaikan, agar tidak takut dengan Covid-19, tetapi jangan menyepelekan.

"Jangan takut Covid-19 tetap semangat belajar."

"Tetapi tetap patuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak atau physical distancing," pungkasnya. (Dina Indriani)

PDIP Kendal Belum Pikirkan Koalisi, Fokus Menanti Bakal Calon Hasil Rekomendasi Pusat

Festival Bahari Jazz Digelar Desember, Selama Sebulan di Pantai Alam Indah Kota Tegal

Sudah Dibuka Kembali di Kabupaten Semarang, Pengunjung Pasar Sawahan Wajib Pakai Masker

Ada Perubahan Aturan Pendaftaran Kartu Prakerja Tahap IV, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved