Berita Semarang

Hendi Minta Warga Tidak Gelar Lomba 17an untuk Cegah Covid-19

Momen peringatan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus biasanya dimeriahkan dengan berbagai perlombaan di masing-masing kampung.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Momen peringatan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus biasanya dimeriahkan dengan berbagai perlombaan di masing-masing kampung.

Namun, adanya pandemi Covid-19 Pemerintah Kota Semarang melarang kegiatan yang mengundang kerumunan massa.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun mengimbau warga tidak memeriahkan hari kemerdekaan tahun ini dengan lomba-lomba.

Hal itu untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Ibu Hamil Makin Banyak di Batang, Hingga Akhir Juni Tercatat Sudah Capai 913 Orang

CEO PSIS Semarang Akui PSMS Tertarik Gaet Fredyan Wahyu

5 WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia setelah Tertangkap Berusaha Selundupkan 230 Kg Ganja

Diskon 17 Persen Kirim Barang Gunakan Rail Express, Berlaku Hingga 31 Agustus 2020

Warga hanya diperbolehkan mengadakan malam tirakatan yang biasanya dilakukan di malam puncak hari kemerdekaan.

Tentu, dengan jumlah terbatas dan harus dilakukan sesuai protokol kesehatan.

"Kita lebih arahnya adalah tirakatan. Malam itu di tiap RT kan paling tidak lebih dari 50 orang bisa dijaga."

"Tirakatan, kita bersyukur indonesia sudah merdeka," jelas Hendi, sapaan akrabnya, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut untuk upacara peringatan hari kemerdekaan, Hendi menambahkan, Pemkot akan menggelar di Balai Kota Semarang namun dengan jumlah peserta yang terbatas.

"Di balai kota juga akan ada upacara HUT RI tapi kami batasi, tidak dengan kekuatan penuh hanya beberapa saja," ucapnya.

Warga pun mengikuti imbauan dari pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, seperti di Pusponjolo Timur.

Ketua RT 1 RW 2 Pusponjolo Timur, Sudiyanto menerangkan, pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT RI dimeriahkan dengan berbagai lomba untuk anak-anak.

Maram tirakatan juga digelar. Namun tahun ini, pihaknya tidak menyelenggarakan kegiatan apapun yang bersifat kerumunan.

"Tidak ada. Kita hanya pasang umbul-umbul dan pengecetan saja."

Sambut HUT RI Ke-75, KAI Berikan Diskon Angkutan Barang Via Rail Express

Alun-Alun Purwokerto Masih Ditutup, Pedagang Merana Tak Ada Tempat Berjualan

Pemkot Solo Larang Kegiatan Tirakatan 17 Agustus, Kalau Lomba Masih Boleh

Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Masih Muda, Pekerja Dinsospermasdes Banyumas Meninggal Dunia

"Kami tidak melaksanakan kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul. Takutnya, Covid nambah, jadi kita harus waspada," tutur Sudiyanto.

Senada, Ketua RT 1 Kelurahan Tambakrejo, Syarifuddin mengatakan, sejauh ini di lingkungannya juga belum ada rencana untuk mengadakan kegiatan lomba-lomba.

Bahkan, Festival Kali Tengangg yang biasanya diadakan setiap tahun juga ditiadakan.

Namun, kegiatan tirakatan rencananya akan tetap diselenggarakan.

"Arahan dari kelurahan tidak boleh diadakan lomba. Sejauh ini juga belum ada rencana," katanya. (eyf)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved