Berita Banyumas

Warga Boleh Gelar Hajatan di Banyumas, Tapi Diminta Patuhi Aturan Berikut Ini

Penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Banyumas sudah diperbolehkan oleh Bupati Achmad Husein, dengan persyaratan khusus. Berikut ini syaratnya.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di masa pandemi Covid-19 saat ini banyak masyarakat yang mempertanyakan bagaimana kebijakan terkait penyelenggaraan hajatan.

Penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Banyumas sudah diperbolehkan oleh Bupati Achmad Husein, dengan persyaratan khusus.

Bupati Banyumas mengizinkan warganya yang akan menyelenggarakan hajatan maupun resepsi.

Kramas Desak Tempat Hiburan Malam Bisa Dibuka Lagi di Banyumas, Ancam Gelar Aksi Pekan Depan

Luas Cuma 100 Ubin Bisa Hasilkan 2,5 Ton Melon, Begini Kagumnya Erna Husein di Karangcegak Banyumas

Laporan Bank Indonesia: Deflasi Purwokerto dan Cilacap Terendah di Jawa Tengah

Layanan Rapid Test Mulai Pukul 07.00 di Stasiun Purwokerto, Calon Penumpang Cukup Bayar Rp 85 Ribu

Terpenting menurut Husein adalah penerapan protokol kesehatan.

Seperti pembatasan tamu undangan, pengaturan jarak, penyediaan sarana cuci tangan, hingga wajib memakai masker.

Salah satu yang harus dilakukan pihak yang punya hajatan atau penyelenggara adalah melaporkan kegiatan hajatan kepada tim satgas Covid-19 tingkat desa maupun kecamatan.

Kemudian pihak Polsek juga harus diberitahu dengan harapan tim satgas Covid-19 bisa memantau kegiatan agar tetap dalam prosedur penerapan protokol kesehatan.

Sebab nantinya satgas Covid-19 inilah yang akan bertanggungjawab penuh atas hal-hal yang bisa terjadi pasca penyelenggaraan hajatan

"Paling tidak terus menjaga komunikasi antar pihak dan taati peraturan protokol Covid-19," kata Bupati Banyumas kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (6/8/2020).

Bupati Achmad Husein berpesan bahwa dalam acara hajatan perlu penanggungjawab.

Orang itulah yang akan mengatur proses berjalannya suatu kegiatan.

Ada aturan pembatasan 10 orang saat proses akad nikah, pengaturan tamu agar tetap jaga jarak, hingga pengaturan tata cara penyediaan makanan.

Bahkan makanan yang disajikan prasmanan bisa diganti dengan bungkusan atau kardus demi mencegah penularan Covid-19. (Permata Putra Sejati)

KIT Batang Bakal Butuh Ribuan Tenaga Kerja, Kades Mulai Diminta Data Calon Pekerja

Karyawati BPR Central Artha Kota Tegal Ditangkap Polisi, Gelapkan Deposito Nasabah Rp 1,3 Miliar

Sekolah Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka di Sebagian Wilayah Jateng

Anak Tetap Bosan Kalau Sampai Desember, Ketua DPRD Jateng Minta Ada Solusi Terkait Belajar Daring

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Banyumas
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved