Berita Kriminal

Karyawati BPR Central Artha Kota Tegal Ditangkap Polisi, Gelapkan Deposito Nasabah Rp 1,3 Miliar

tersangka merupakan karyawati marketing BPR Central Artha yang berlokasi di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Gineung Pratidina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kasus penggelapan dana nasabah diungkap pihak kepolisian di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Seorang karyawati Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Central Artha di Kota Tegal secara resmi ditetapkan tersangka oleh polisi.

Itu sebagai tindaklanjut setelah diduga sebelumnya telah menggelapkan uang nasabahnya hingga miliaran Rupiah.

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Warga Semarang Bisa Cek Terima Bansos Tidaknya Melalui Ini

Rekor Tertinggi Kasus Covid-19 Saat Ini, 9 Juni: Sehari Tambah 1.043 Pasien Positif Corona

Cukup Melalui Ponsel Bisa Melacak Covid-19, Begini Cara Gunakan Aplikasi L-Cov

Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Gineung Pratidina mengungkapkan, tersangka Febrinita Budi Winarti (39) dibekuk jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota.

Dia ditangkap di kediamannya di Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat (5/6/2020).

"Tersangka ditangkap karena penggelapan uang."

"Nasabah yang melapor baru satu, kerugiannya capai Rp 1,3 miliar," kata AKP Gineung seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (9/6/2020).

AKP Gineung mengatakan, tersangka merupakan karyawati marketing BPR Central Artha yang berlokasi di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat.

Awalnya, korban VCS (54) warga Mejasem menyetorkan uang sebesar Rp 1,6 miliar ke PT BPR Central Artha melalui tersangka.

Dimana rencananya uang tersebut akan di depositokan dalam jangka waktu 3 bulan.

Korban menyetorkan uang secara bertahap sebanyak empat kali dan selalu diterima tersangka.

Dari empat kali setoran, korban hanya menerima dua lembar bukti setoran.

Yaitu setoran pada 4 Maret 2020 sejumlah Rp 800 juta dan setoran 5 Maret 2020 Rp 300 juta.

Sedangkan dua setoran lainnya tidak diberikan tanda terima.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved