Berita Pendidikan

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Adalah Pilihan Orangtua

Kemendikbud saat ini sedang memberikan relaksasi semua jenjang pendidikan secara bertahap. Untuk saat ini sementara di zona hijau.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud RI, Jumeri, saat mengunjungi SMA Negeri 1 Tegal, Kamis (6/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud RI, Jumeri mengatakan, pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 saat ini menjadi pilihan orangtua.

Jika orangtua tidak mantap, diperbolehkan untuk tidak mengizinkan anaknya ke sekolah.

Menurut Jumeri, orangtua yang tidak mantap tidak perlu meneken pernyataan kesiapan pembelajaran tatap muka.

Besok Terakhir Pendaftaran Petugas Sensus Penduduk, BPS Kendal Cari 852 Tenaga Lapangan

Warga Boleh Gelar Hajatan di Banyumas, Tapi Diminta Patuhi Aturan Berikut Ini

Cek Plat Nomor Kendaraan Ini, Barang Bukti Tindak Kejahatan di Kota Tegal, Begini Cara Mengambilnya

PKL Masih Bandel Jualan di Lokasi Proyek Jalan Pancasila Kota Tegal, Ini Rencana Tindakan Satpol PP

Dengan begitu, pihak sekolah harus melayani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Itu pilihan. Jadi kalau orangtuanya belum mantap, dia boleh tidak mengizinkan anaknya ke sekolah."

"Inilah situasi yang sedang dihadapi bersama," kata Jumeri kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (6/8/2020).

Jumeri menjelaskan, pihaknya saat ini sedang memberikan relaksasi semua jenjang pendidikan secara bertahap.

Wilayah zona hijau seperti di Kota Tegal, mulai membuka layanan belajar tatap muka setelah sekian lama belajar dari rumah.

Dia mengatakan, rekomendasi dari surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri.

Yakni Mendikbud, Menkes, Menag, dan Mendagri.

Dimana pembelajaran tatap muka baru diperbolehkan untuk wilayah zona hijau.

Untuk jenjang pendidikan SD pun masih belum.

Namun menurut Jumeri, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan revisi SKB Empat Menteri agar zona kuning juga diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Kemudian jenjang pendidikan SD diperbolehkan sama halnya SMP dan SMA.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved